HR. Ibnu Majah dan Abi Ad-Dunya : "Secerdik-cerdik manusia ialah orang yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling gigih membuat persiapan dalam menghadapi kematian itu."
Alamat Akun
http://aryanto.kotasantri.com
Bergabung
14 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Borong, Manggarai Timur - Nusa Tenggara Timur
Pekerjaan
Karyawan Swasta
Aryanto, dari namanya mungkin orang mengira saya dari Jawa, tapi bukan, saya dilahirkan di Ende, NTT. masa kecil dilalui di Ende, kelas 1 SMP hijrah ke Jakarta mengikuti kakak, dan melanjutkan kuliah program S1 di salah satu universitas swasta di kota Malang.....Nggak ada yang istimewa dari saya.... saya hanyalah hamba …
arialende@yahoo.com
arialende
aryanto0674@yahoo.co.id
Catatan Aryanto Lainnya
Muslimah Cantik Tidak Cemburu Buta.
26 Mei 2010 pukul 09:17 WIB
Allah, Sumber Cinta dan Bahagia
10 Maret 2010 pukul 10:56 WIB
Bunda! berhati-hatilah dalam berkata
2 Desember 2009 pukul 09:21 WIB
Catatan
Rabu, 18 November 2009 pukul 09:17 WIB
Cinta nggak memerlukan sebab

Oleh Aryanto Abdul Latif

Dalam satu kisah percintaan yang menarik, sepasang suami isteri berjalan di tepi sebuah danau indah, kemudian si isteri bertanya kepada si suami “Mengapa abang menyukai saya? Mengapa abang mencintai saya?”

lalu si suami menjawab “Abang nggak bisa menerangkan sebabnya, namun begitu abang memang menyayangi dan mencintaimu”.

Mendengar menjawab si suami, si isteri berkata lagi “Abang nggak bisa menerangkan sebabnya? Bagaimana mungkin abang bisa katakan abang sayang dan mencintaiku sedangkan abang sendiri nggak bisa menerangkannya”

“Betul! Abang nggak tahu sebabnya tetapi abang bisa buktikan bahwa abang memang sayang dan mencintaimu” kata si suami

Lalu isterinya pun berkata “nggak bisa beri bukti! Tidak! Saya hendak abang terangkan kepada saya sebabnya. Kawan-kawan saya yang lain yang punya suami, semuanya tahu dan mampu menerangkan mengapa mereka mencintai, namun tidak dengan abang yang nggak mampu menerangkan sebabnya”

Si suami menarik nafas panjang dan dia berkata, “baiklah! Abang mencintaimu karena kamu cantik, mempunyai suara merdu, penyayang dan mengingati abang selalu. Abang juga suka akan senyuman manismu dan tampak begitu manis jika kamu melangkah, disitulah cinta Abang bersamamu”

Si isteri tersenyum dan berpuas hati dengan apa yang dikatakan si suaminya tadi. Namun begitu selang beberapa hari si isteri mengalami kemalangan dan koma. Si suami sangat bersedih dan menulis sepucuk surat kepada isterinya yang disayangi. Surat itu diletakkan disebelah tempat baring isterinya.

Suratnya itu berbunyi “sayang! Jika disebabkan suaramu aku menicintaimu, sekarang bisakah engkau bersuara? Tidak! Oleh karena itu aku tidak bisa mencintaimu. Jika disebabkan kasih sayang dan ingatanmu aku mencintaimu, sekarang bisakah engkau menunjukkan? Tidak! Oleh karena itu aku tidak bisa mencintaimu. Jika disebabkan senyuman aku mencintaimu, sekarang bisakah engkau tersenyum? Tidak! Oleh karena itu aku tidak mencintaimu. Jika disebabkan setiap langkah aku mencintaimu, sekarang bisakah engkau melangkah? Tidak! Oleh karena itu aku tidak bisa mencintaimu.

Jika cinta memerlukan sebabnya seperti sekarang. Aku tidak mempunyai sebab mencintaimu lagi. Adakah cinta memerlukan sebab? Tidak! Aku masih mencintaimu dulu, kini, selamanya dan cinta tidak perlu sebab. Kadangkala perkara tercantik dan terbaik di dunia tidak bisa dilihat, dipegang. Namun ia bisa dirasai dalam hati”.

Diambil dari: mutiara amaly volume 31

Bagikan

--- 11 Komentar ---

Samsul M | Wiraswasta
Mulai buka site ini di tahun 2003, tapi baru sekarang saya ikut partisipasi. Maklum, baru ada waktu luang banyak.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0416 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels