|
HR. At-Tirmidzi : "Ya Allah, sesungguhnya aku mohon perlindungan kepada Engkau dari hati yang tidak pernah tunduk, dari do'a yang tidak didengar, dari jiwa (nafsu) yang tidak pernah merasa puas, dan dari ilmu yang tidak bermanfaat."
|
|
|
http://amazzet.com/ |
|
http://twitter.com/@kangazzet |





Membaca shalawat untuk Nabi Muhammad Saw. adalah amalan yang mempunyai banyak keutamaan untuk dilakukan. Orang yang membaca shalawat atas Nabi Saw. satu kali saja—menurut beliau Saw.—akan mendapatkan balasan sepuluh kali. Itulah kenapa bagi orang yang menginginkan hidupnya mendapatkan banyak keberkahan dari Allah Swt., hendaknya memperbanyak shalawat untuk Nabi Saw.
Allah Swt. berfirman:
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. al-Ahzab [33]: 56)
Ternyata, tidak hanya kita sebagai manusia yang perlu untuk membaca shalawat Nabi, berdasarkan firman Allah Swt. di atas, bahkan Allah dan para malaikat pun bershalawat untuk Nabi Saw. Menurut ulama tafsir, shalawat dari Allah Swt. berarti memberikan rahmat untuk Nabi Saw., shalawat dari para malaikat berarti memintakan ampunan, sedangkan shalawat dari orang-orang beriman berarti berdoa supaya diberi rahmat oleh Allah Swt.
Berkaitan dengan shalawat Nabi ini, marilah kita perhatikan beberapa hadits berikut, yakni Rasulullah Saw. telah bersabda:
“Barangsiapa yang membaca shalawat kepadaku sekali, Allah akan memberikan balasan shalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim)
“Janganlah kamu menjadikan kuburanku sebagai hari raya, dan bacalah shalawatmu kepadaku, sesungguhnya bacaan shalawatmu akan sampai kepadaku, di mana saja kamu berada.” (HR. Abu Daud dan Ahmad)
“Tidaklah seseorang mengucapkan salam kepadaku kecuali Allah mengembalikan ruhku kepadaku sehingga aku membalas salam(nya).” (HR. Abu Daud)
“Sesungguhnya Allah mempunyai para malaikat yang senantiasa berkeliling di bumi yang akan menyampaikan salam kepadaku dari umatku.” (HR. Nasa’i dan Hakim)
“Sesungguhnya manusia yang paling utama di sisiku kelak pada hari kiamat adalah mereka yang paling banyak membaca shalawat kepadaku.” (HR. Tirmidzi)
“Orang yang bakhil adalah orang yang apabila aku disebut, dia tidak membaca shalawat kepadaku.” (HR. Tirmidzi)
Demikian. Semoga kita semakin senang dalam membaca shalawat kepada Nabi Muhammad Saw.
| Bagikan | Tweet |
|
--- 0 Komentar ---