|
Umar bin Abdul Aziz : "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika engkau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
|
|
|
http://amazzet.com/ |
|
http://twitter.com/@kangazzet |





Allah Swt. berfirman, “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan darinya Allah menciptakan istrinya. Dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan wanita yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS. Al-Nisâ’ [4]: 1)
Bertakwa adalah menjaga hubungan dengan Allah Swt. agar dapat senantiasa berjalan dengan baik. Hal ini bisa dilakukan dengan terus-menerus berusaha menjalankan apa yang diperintahkan oleh Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Ini adalah hubungan yang bersifat hablum minallah. Sementara konsep dasar dalam Islam juga mengikat sebuah hubungan yang bersifat hablum minannas. Di sinilah orang yang bertakwa juga ditutut untuk bisa menjaga hubungan silaturahmi. Maka, tidak dikatakan orang yang bertakwa apabila ia merusak atau bahkan memutus hubungan silaturahmi.
| Bagikan | Tweet |
|
--- 0 Komentar ---