HR. Ahmad & Al Hakim : "Kemuliaan orang adalah agamanya, harga dirinya (kehormatannya) adalah akalnya, sedangkan ketinggian kedudukannya adalah akhlaknya. "
Alamat Akun
http://arry_rahmawan.kotasantri.com
Bergabung
4 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Bogor - Jawa Barat
Pekerjaan
Creative Writer and Blogger
Arry Rahmawan lahir di Tangerang, 5 Desember 1990. Mahasiswa pascasarjana Universitas Indonesia. Saat ini kesibukannya sebagai penulis di http://arryrahmawan.net, berbagai jurnal, majalah, buletin, dan telah menerbitkan 5 buah buku. Pendiri dan direktur dari CerdasMulia Leadrrship and Training Center (cerdasmulia.com) ini juga aktif sebagai pembicara seminar nasional di berbagai daerah di …
http://arryrahmawan.net
contact@arryrahmawan.net
arry.rahmawan@gmail.com
arry_tiui09
arry.rahmawan@windowslive.com
arry.rahmawan@gmail.com
http://twitter.com/arryrahmawan
Tulisan Arry Lainnya
Be On Time
5 November 2012 pukul 10:00 WIB
5 Kesalahan Fatal dalam Mengatur Waktu
3 November 2012 pukul 16:00 WIB
Sudah "Belajar" atau Hanya "Belajar Tentang"?
30 Oktober 2012 pukul 11:00 WIB
Kepemimpinan Singa dan Domba
23 Oktober 2012 pukul 10:00 WIB
Mencari dan Mengikat Inspirasi
19 Oktober 2012 pukul 16:00 WIB
Bilik
Bilik » Pena

Jum'at, 16 November 2012 pukul 18:30 WIB

Menciptakan Mood Menulis

Penulis : Arry Rahmawan

Saya belajar banyak dari mas Moh. Fauzil Adhim terkait dengan menciptakan mood menulis. Beliau pernah berkata, “Para pemalas menggunakan mood sebagai alasan untuk tidak bertindak. Para idealis mengendalikan mood untuk menghalau kemalasan.” Kutipan ini seolah menampar saya, sebagai seorang penulis yang kadang memang sering sekali menyalahkan mood atas kemalasan menulis.

“Aduh gw pengen nulis tapi ga mood, nanti aja deh!” Akhirnya tertunda dan terus tertunda karena menunggu mood yang tidak kunjung datang. Mungkin masalah seperti itu tidak hanya saya yang mengalami, namun dialami oleh hampir semua penulis. Tetapi alhamdulillah masalah mood menulis ini sudah mulai dipecahkan sedikit demi sedikit. Salah satunya adalah dengan membuat artikel setiap hari di blog. Saya mendapatkan sebuah insight bahwa mood itu sebenarnya bagaimana kita mengkondisikan psikologis kita. Jadi sebenarnya mood itu bukan ditunggu, melainkan diciptakan. Bagaimana sih sebenarnya cara menciptakan mood menulis itu?

Untuk menciptakan mood menulis, pertama kali yang harus diperhatikan adalah menyadari bahwa mood adalah sebuah pengkondisian secara sadar, bukan sebuah hal yang tidak bisa kita kendalikan. Banyak orang yang menganggap bahwa mood adalah sebuah situasi yang tidak terkendali, sehingga mereka selalu menunggu kapan mood menjadi baik. Padahal, seperti yang dikatakan mas Fauzil, sebenarnya menyalahkan atas nama mood sama dengan mencoba membenarkan kemalasan. Para penulis produktif adalah mereka yang menyadari secara penuh bahwa mood menulis itu tergantung bagaimana mengkondisikan kondisi psikologis mereka.

Kedua, untuk menumbuhkan mood, kita bisa rehat sejenak. Bisa jadi kita sedang bosan atau jenuh dengan menulis. Saya kadang pun demikian, kadang menjadi jenuh. Namun untuk mengatasi kejenuhan itu, saya beristirahat, lebih banyak membaca buku-buku atau browsing di internet. Lumayan bisa sambil menambah ide tulisan juga.

Ketiga, untuk menumbuhkan mood adalah kita harus memiliki alasan yang kuat kenapa kita harus menulis. Mampu menjawab pertanyaan why inilah kadang yang sulit dijawab oleh penulis pemula. Banyak dari mereka yang menulis untuk memperoleh ketenaran, popularitas, uang, atau fans. Itu sah-sah saja, tetapi saran saya agar semangat dan mood menulis itu lebih bertahan lama, jangan lupa merumuskan mission statement dalam setiap tulisan kita.

Intinya adalah, jika kita masih menyalahkan mood atau menunggu mood datang baru kemudian menulis, sebenarnya itu tidak berbeda dengan membenarkan kemalasan. Mood itu tercipta dari reaksi kita terhadap suatu keadaan. Karena tercipta dari reaksi, maka mood benar-benar tergantung dari diri kita 100%. Jadi, sudah saatnya kita tidak berkata, “Aduh maaf nih gw lagi ga mood,” jika memang kita harus menelurkan karya. Ini juga berlaku dalam konteks lainnya. Mood itu diciptakan, bukan hanya ditunggu, apalagi pasrah terhadap mood.

http://arryrahmawan.net

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Arry Rahmawan sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

salman dikz | Karyawan
KotaSantri.com... Ya Allah, kereeeen. Tooop daaaaah.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1280 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels