HR. Al Hakim : "Menyendiri lebih baik daripada berkawan dengan yang buruk, dan kawan bergaul yang shaleh lebih baik daripada menyendiri. Berbincang-bincang yang baik lebih baik daripada berdiam, dan berdiam adalah lebih baik daripada berbicara (ngobrol) yang buruk."
Alamat Akun
http://redaksi.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Bandung - Jawa Barat
Pekerjaan
Cyber Mujahid
KotaSantri.com merupakan singkatan dari Komunitas Santri Virtual yang terdiri dari gabungan 3 elemen kata, yakni Kota, Santri, dan .com. Kota merupakan singkatan dari KOmuniTAs, yang artinya tempat, sarana, atau wadah untuk berkumpul. Santri merupakan sebutan bagi netter yang ingin berbagi dan menuntut ilmu melalui dunia maya (internet). Sedangkan .com adalah …
http://kotasantri.com
Tulisan Redaksi Lainnya
Sederhana itu Mulia
9 Juni 2011 pukul 12:55 WIB
Mengurai Manfaat Hypnotic Parenting
4 Juni 2011 pukul 10:30 WIB
Jill : Menjadi Muslim adalah Hal Terindah
2 Juni 2011 pukul 14:00 WIB
Menafakuri Beragam Bencana
25 Mei 2011 pukul 14:00 WIB
Bilik
Bilik » Mualaf

Kamis, 16 Juni 2011 pukul 15:15 WIB

Paul Martin : Bersyahadat di Kedai Es Krim

Penulis : Redaksi KSC

Paul Martin masih mahasiswa ketika ia memutuskan untuk masuk Islam di Manchester empat tahun lalu. Bosan dari apa yang ia lihat sebagai gaya hidup hedonistik dari banyak teman-temannya di universitas, ia mulai tertarik kepada apa yang dia sebut "penekanan Islam pada mencari pengetahuan". Seperti yang dilaporkan situs The Independent, pertemuan satu kalinya dengan seorang Muslim telah mengubah hidupnya.

"Aku menyukai cara para mahasiswa Muslim mengatur diri mereka sendiri. Sangat menyenangkan untuk berpikir tentang orang memiliki satu pasangan untuk hidup dan tidak melakukan apapun yang berbahaya untuk tubuh mereka," katanya.

Suatu hari, secara ia iseng-iseng membaca terjemahan Al-Qur'an. "Aku kagum melihat penekanan besar Islam pada ilmu pengetahuan," akunya.

"Lalu aku dikenalkan oleh seorang teman Muslim, seorang dokter yang beberapa tahun lebih tua dariku. Kami pergi minum kopi dan beberapa minggu kemudian berjanji bertemu di kedai es krim," ujarnya.

Dalam pertemuan itu, ia menyatakan ingin menjadi Muslim. "Aku bersyahadat saja di sana, di toko es krim itu," ujarnya. Ia mengakui beberapa orang ingin menjadi semua formal dan melakukannya di masjid, tapi baginya, agama bukanlah hal yang fisik. "Agama adalah tentang apa yang ada dalam hatimu."

Ia mengaku tidak pernah ke masjid sebelum menjadi seorang Muslim. Baginya, masjid sedikit "menakutkan". Ia pernah mendengar pendapat, ke masjid dilarang mengenakan celana jins, t-shirt, dan jaket. "Sekarang di masjid saya di Leeds, berbagai bahasa yang diucapkan dan ada banyak mualaf," katanya. Dan, dengan beragam penampilan tentu saja.

Ia mengaku tak ada kendala berarti di keluarganya. "Dengan keluarga, aku melakukannya secara bertahap. Tidak hanya pulang dan mengatakan bahwa aku adalah seorang Muslim. Ada proses yang panjang sebelum aku bersyahadat, di mana aku tidak mau makan babi dan minum," ujarnya, yang mengaku selalu menghabiskan akhir pekan dengan makan malam bersama. bahkan, ibunyalah yang berinisiatif selalu mencari daging domba halal untuk keperluan itu.

Paul kini makin mantap berislam. Apalagi beberapa tahun setelah bersyahadat, ia berkesempatan menunaikan ibadah haji.

Dari Republika Online

http://kotasantri.com

Suka
Kamaruddin dan Izzatul Muthmainnah menyukai tulisan ini.

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Redaksi KSC sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Aw Windarti | Guru
Allahu Akbar!!! KSC itu media penyejuk jiwa-jiwa yang gersang.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1465 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels