|
HR. Al Hakim : "Menyendiri lebih baik daripada berkawan dengan yang buruk, dan kawan bergaul yang shaleh lebih baik daripada menyendiri. Berbincang-bincang yang baik lebih baik daripada berdiam, dan berdiam adalah lebih baik daripada berbicara (ngobrol) yang buruk."
|

Jum'at, 10 Desember 2010 pukul 21:30 WIB
Penulis : Nisya Anisya
Mata ini berkaca saat melihatnya
Tua renta tubuhnya
Membawa barang dagangannya
Setumpuk mainan di tangannya
Diselimuti plastik kaca
Tuk melindungi dari hujan yang basah
Sempat terbersit tanya
Di manakah anaknya?
Tak sayangkah ia kepada bapaknya?
Di manakah keluarganya?
Tak pedulikah mereka kepada saudaranya?
Hingga biarkan Bapak Tua di luar rumah
Ditemani dinginnya malam yang mendera
Ah...
Tak ingin buruk sangka menguasai dada
Kembali mata ini berkaca
Saat kudengar ucapnya
Menyebutkan nama kota
Rumah Bapak Tua berada
Berkilo-kilo jaraknya
Kau lalui tanpa kenal lelah
Kembali tebersit tanya
Masih kuatkah kau melangkah?
Setiap waktu sepanjang masa
Kau tempuh itu semua
Alangkah kuatnya kau, Bapak Tua
Hanya satu untaian kata untukmu, Bapak Tua
Semoga rejekimu barokah
Aamiin...
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Nisya Anisya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.