|
QS. Luqman:17 : "Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). "
|
Jum'at, 5 Maret 2010 pukul 20:31 WIB
Penulis : Arif Sudihatmono
Kapalku sudah begitu rapuh
Dihantam badai bertubi
Sedangkan di pantaimu tak ada mercu
Karang nan tajam di sana-sini
Apakah mungkin untuk berlabuh?
Aku yang buta akan aksara jiwa
Sehingga kesulitan membaca pertanda
Kamu yang begitu pandai tutupi rasa
Sehingga semua nampak sama
Apakah heningmu pertanda resonansi rasa yang kupunya?
Bangunan asa yang kupunya sudah pernah poranda
Bila ada yang tersisa mungkin hanya pondasi saja
Pondasi keyakinan atas Sang Penggenggam jiwa
Yang ingin kembali kubangun istana
Bila belum bersedia untuk bersuara
Ku tak berani menduganya
Biar ku berdo'a saja pada Penggenggam samudera dan Penghampar benua
Agar bagaimana pun ketetapannya, yang ada semoga bahagia
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Arif Sudihatmono sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.