|
HR. Ahmad & Al Hakim : "Kemuliaan orang adalah agamanya, harga dirinya (kehormatannya) adalah akalnya, sedangkan ketinggian kedudukannya adalah akhlaknya.
"
|

Jum'at, 17 April 2009 pukul 20:10 WIB
Penulis : Desmeli
Tujuan itu tampak jelas di depan mata
Indah, merayu-rayuku tuk ke sana
Impian setiap jiwa yang beraga
Bukan impian muluk!
Bahwa aku ingin ke sana
Sungguh tak mudah
Jalan-jalan berliku
Jalan-jalan terjal berbatu
Penuh onak dan duri
Ujian setiap insani
Duhai pemandu jalan akheratku
Engkau ketua tim dalam perjalanan ini
Antarkan kami ke surga Ilahi Rabbi
Tempat cinta sejati nan abadi
Duhai pemandu jalan akheratku
Tuntunlah kami agar tetap berjalan di DinNya
Walau intan dunia menyilaukan mata
Pangkat dan harta telah bermetamorfosis
Seolah telaga padahal hanya fatamorgana
Duhai pemandu jalan akheratku
Tutuplah telinga kami
Ketika iblis telah mulai menyorakkan yel-yel mereka
Yang dapat membuat kami terpana akan bujuk dan rayuannya
Terpojok!
Dikepung dari segala arah
Duhai pemandu jalan akheratku
Berilah kami semangat pembangkit jiwa
Ketika kaki mulai terseok langkah
Penuh luka oleh cobaan dan ujian
Ketika kaki ini tak mampu lagi berdiri
Berdarah dan bernanah, perih!
Tunjukkanlah pada kami
Bahwa lutut pun masih mampu menjadi pengganti kaki
Dan ingatkanlah pada kami
Tentang janji Allah yang tertoreh dalam kitab suci
Bahwa "sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan"
Duhai pemandu jalan akheratku
Aku tahu beban di pundakmu
Lebih berat dari berton-ton beras dalam goni
Dan, aku harap itu tak menyurutkan langkahmu
Untuk membawa kami, istri dan anak-anakmu
Ke telaga kautsar dan menghirup wangi kesturi
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Desmeli sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.