|
Ibn Qudamah : "Ketahuilah, waktu hidupmu sangat terbatas. Nafasmu sudah terhitung. Setiap desahnya akan mengurani bagian dari dirimu. Sungguh, setiap bagian usia adalah mutiara yang mahal, tak ada bandingannya."
|





Jum'at, 10 April 2009 pukul 20:25 WIB
Penulis : Listyo Nurdono
Bolehkah aku istirahat barang sejenak
Mandi air hangat dan minum kopi
Membiarkan setiap masa yang seperti butiran emas
Memain-mainkan peristiwa berharga di depan mata
Dan kubiarkan tanpa aku ikut ambil bagian di dalamnya
Bolehkah aku melepas lelah barang beberapa jenak
Mengasingkan diri dari kesibukan
Membasuh jiwa yang rapuh
Yang tak cukup memakan nutrisi ruhani
Bolehkah aku berhibur barang sejenak
Melemaskan pikiran dan jiwa
Yang menegang karena ruang gerakku terhimpit tugas harian
Bolehkah aku injak rem barang beberapa jenak
Membaca rute perjalanan yang telah kulalui
Meneliti seberapa jauh aku menyimpang jalan
Dan seberapa jauh aku ambil jalan pintas
Kemudian kembali kepada track yang telah ditentukan
Bolehkah aku berlibur sejenak
Berlayar di atas kejernihan telaga rabbani
Menyelami kesejukan airnya
Melepaskan dahaga iman
Menyampaikan pesan cinta kepada Rabb terkasih
Kemudian aku menghadirkan diri kembali kepada manusia
Dengan raga dan jiwa yang tersegarkan
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Listyo Nurdono sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.