|
HR. Ad-Dailami : "Alangkah baiknya orang-orang yang sibuk meneliti aib diri mereka sendiri dengan tidak mengurusi aib orang lain."
|

Selasa, 24 April 2012 pukul 11:30 WIB
Penulis : Rifki
Sang muadzin baru saja selesai megumandangkan adzan. Menyeru setiap pasang telinga yang sehat dan afiat di luar masjid. Sementara di dalam masjid, di atas hamparan karpet berwarna hijau, beberapa jama'ah segera berdiri untuk melaksanakan shalat sunnah rawatib sebanyak dua rakaat.
Setelah semua jama'ah selesai, sang muadzin pun kembali berdiri. Kemudian lafazh-lafazh iqamah pun dilantunkannya.
Seluruh jama'ah segera maju ke depan, mengisi dan merapatkan shaf-shaf shalat. Salah seorang dari jama'ah berdiri paling depan. Ia kemudian menjadi imam yang memimpin shalat berjama'ah dari awal hingga salam tanda shalat berakhir.
Berapa lama waktu yang kita butuhkan untuk melakukan adzan, iqamah, dan shalat? Satu hari? Satu jam? Ternyata tidak selama itu. Hanya beberapa menit saja yang diperlukan untuk melakukan itu semua. Singkat. Begitu pula dengan kehidupan di dunia ini.
Sesaat setelah kita dilahirkan, ayah telah melantunkan adzan di telinga kanan kita dan melantunkan iqamah di telinga kiri kita. Tinggal satu lagi yang masih tersisa, kapan kita kan dishalatkan.
Wallahu a'lam.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rifki sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.