Ust. Aam Amiruddin : "Sesungguhnya sepercik kejujuran lebih berharga dari sebongkah cinta. Apa arti sebongkah cinta kalau dibangun di atas kebohongan? Pasti rapuh bukan? Betapa indahnya apabila kejujuran dan cinta ada pada diri seseorang. Beruntunglah Anda yang memiliki kejujuran dan ketulusan cinta."
Alamat Akun
http://ila.kotasantri.com
Bergabung
16 Maret 2009 pukul 18:56 WIB
Domisili
Semarang - Jawa Tengah
Pekerjaan
traveller
http://ilarizky.blogspot.com
http://facebook.com/ila.rizky
Catatan Ila Lainnya
Telaga yang kutemukan di bening matamu
25 Januari 2010 pukul 12:26 WIB
Membangun sekolah peradaban di rumah kita
25 Januari 2010 pukul 12:20 WIB
Dilarang merokok di tempat umum!
25 Januari 2010 pukul 12:19 WIB
Dan, tidurlah dengan tenang Wahai Jiwa....:)
25 Januari 2010 pukul 12:12 WIB
Catatan
Senin, 25 Januari 2010 pukul 12:17 WIB
Sekadar curahan hati; dilemma

Oleh Ila Rizky Nidiana

Sekadar curahan hati; dilemma


Aku hanya ingin cinta yang halal, di mata dunia juga akhirat
Biar aku sakit, hampa aku masih, Tuhan sayang aku

“Dia beda, La.. emangnya kamu, yang nggak mau nunggu orang..”, ungkap seorang sahabat padaku.
“Dia mau nunggu sampe kapan?”
tanyaku berat.
“Nunggu sampe aku bisa membahagiakan orang tuaku. Minimal lima tahun lagi.” Jawabnya datar.

Aku terdiam, lama.. sakittt… kata-kata itu masih melayang-layang di atas kepalaku. Perih. “Emangnya kamu, yang nggak mau nunggu orang.”

Glek! Aku menelan ludahku usai membaca tulisannya di roomchat yahoo. Apa kau kira aku juga tak memikirkan semua konsekuensi yang sudah kupegang erat-erat sejak awal keputusan kuambil? Menanti itu melelahkan, kawan. Apalagi bagi seorang perempuan. Melelahkan karena hati yang tak jua bertemu pada muara yang benar, harus dibenturkan dengan kondisi yang memprihatinkan. Menanti dengan hati yang gamang. Penuh ketidakpastian-ketidakpastian. Dan saat itulah sebuah pilihan memang harus diambil. Allah… Engkau tahu, aku di sini menangis, merapatkan hatiku padaMu, hanya padaMu. Meretaskan segala keinginan pun harapan, labuhkan di hatiku. Perih.
Masih teringat kata-kataku di sebuah blog, mungkin dengan dipenuhi emosi-emosi tak terkendali, ah.. entahlah…;

'lalu, bilakah menunggu itu menjadikanmu ragu, apakah engkau masih tetap menunggu?'

Maaf ya hanya ikutan berpendapat, kasian sama yang nunggu. Bukan hanya proses syar'i yang terhambat, tp juga keikhlasan dan kesungguhan yang jadi prinsip utama dari segalanya akan mulai pudar.

'Percayakah pada takdir?'

Nah, kalo percaya, ya kenapa harus menunggu. Jodoh, rizki, kematian, semua sudah diatur. Itu jadi sepaket kejutan yang Allah beri. Jika tetap tak percaya dengan ketetapannya, itu artinya, ada yang salah dengan keimanan dirimu? Lalu, masihkah bersemayam lailahailallah'? Perlu dipertanyakan lagi keislamanmu. :)

Dalam hal ini, bukan hanya ridha Allah yang tak akan tercapai, tp juga akan mengurangi barakah itu sendiri, waah... gak mau kan kalo kehilangan berkah di setiap aktivitas kita? So, pilihannya hanya satu. Menuruti syariat yang ada. Jadi, kalo mau ya jalani 'proses' yang ada dengan syar'i. Sesuai aturan yang diajarkan Allah SWt dan Rasulullah Saw, Qudwah mulia kita. :) Wallaahu'alam.


Dan tahukah engkau, kawan, karena tulisan itu aku dicap sebagai orang yang ‘sok’ idealis?Astaghfirullah.. T_T

Ya Rahman, aku hanya tak ingin mendurhakaimu dengan menetapkan putusan-putusan yang akan membawaku pada sebuah takdir yang jauh dari harapanku, membawaku pada kedurhakaan-Mu, membawaku pada sekeping hati yang belum halal bagiku. Adakah itu yang kau inginkan dariku, kawan? Keputusan-keputusan yang justru membuatku menjadi permata yang tak berharga di mata-Nya.

“Ya Rahman, ajarkan kami untuk tidak pernah putus asa dari kasih-Mu, ajari kami untuk selalu berharap yang terbaik dari-Mu, ajari kami unuk selalu berani bercita-cita dan merencanakan hidup yang indah bersama orang-orang mulia. Ikhwah, sekelam apapun langit semalam, hidup kita esok, jodoh kita esok, rizqi kita esok, semuanya boleh direncanakan. Dan di jalan cinta para pejuang, akan kita ganti kata ‘boleh’ dengan kata ‘harus’ atau ‘wajib’. “ (Salim A. Fillah – Jalan Cinta para Pejuang)

Sekaran, 10 Okt ‘09
sedang diliputi gundah seminggu ini, huff…

Bagikan

--- 0 Komentar ---

Lia Juliana | Staf Purchasing
My fav situs nih.
KotaSantri.com © 2002 - 2021
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0346 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels