Ibn. Athaillah : "Di antara tanda keberhasilan pada akhir perjuangan adalah berserah diri kepada Allah sejak permulaan "
Alamat Akun
http://yudie.kotasantri.com
Bergabung
18 Maret 2010 pukul 04:47 WIB
Domisili
Jakarta - DKI Jakarta
Pekerjaan
Karyawan
http://tetapbersyukur.wordpress.com
yudi_aja56@yahoo.co.id
mas.yudiii
http://facebook.com/Wahyudi Yusuf
Catatan Wahyudi Lainnya
Kebersamaan Kita
30 September 2010 pukul 13:33 WIB
Merekapun Tersenyum Bahagia
22 September 2010 pukul 06:49 WIB
Hanya Sebuah Gerobak
29 Agustus 2010 pukul 14:08 WIB
Mengeluh...? No..!!, Bersyukur...? Yes..!!!
21 Juli 2010 pukul 22:45 WIB
Cobaan Berbuah Kenikmatan
20 Juli 2010 pukul 19:07 WIB
Catatan
Rabu, 6 Oktober 2010 pukul 22:42 WIB
Tetap Sadarkah Kita...???

Oleh Wahyudi

Jika manusia sedang tidur, sudah jelas bahwa dia dalam kondisi tidak sadar. Maka hukum tidak dapat diterapkan kepada orang yang sedang tidur. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: ‘Hukum tidak dapat diterapkan pada tiga macam orang: orang tidur sampai ia bangun, anak kecil hingga ia baligh dan orang gila hingga ia sembuh.’(HR Nasa’i).

Namun seringkali manusia berada dalam kondisi sadar tapi pada kenyataannya dia tidak sadar. Benarkah begitu…?. Kesadaran apakah yang dimaksud disini…?. Bukankah seringkali manusia melakukan suatu perbuatan dan dia baru tersadar setelah semuanya telah berakhir, setelah dia menerima segala akibat dari perbuatannya. Sebagai contoh yang sederhana saja, misalnya seseorang yang bercanda dengan teman tanpa ia sadari ia mengucapkan kata-kata yang menyakiti perasaan teman kita. Kita baru menyadari setelah semuanya terlanjur terlontar dan ternyata teman kita sakit hati. Contoh yang lain, seseorang yang sedang marah biasanya segala macam kata keluar dari mulutnya bahkan segala benda yang ada didekatnya melayang entah kemana. Setelah segalanya reda dan semuanya berantakan barulah ia sadar atas apa yang telah terjadi. Begitulah, seringkali kita menyadari apa yang kita perbuat setelah semuanya terjadi.
Jika sejak awal kita benar-benar menyadari akan kondisi emosional kita, maka kita segera mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada kita, apakah kita sedang marah, apakah kita sedang down karena suatu masalah atau mungkin malah dalam kondisi mendapat kesenangan. Dengan demikian kita akan segera mengambil langkah yang tepat untuk menyikap setiap kondisi emosional yang ada. Kondisi emosional kita selalu berubah-ubah, bahkan terkadang tanpa terduga sebelumnya maka yang terpenting adalah bagaimana seharusnya kita menyikapi setiap kondisi yang ada pada kita. Semoga kita selalu tetap dalam kondisi sadar atas setiap apa yang kita lakukan.

Bagikan

--- 0 Komentar ---

Anna Fathimah Zakaria dan Nisya Anisya menyukai catatan ini.
Ida Jubaidah | Guru
Terima kasih sudah diundang untuk memasuki KotaSantri.com. Blom apa-apa juga, perasaan mah udah betah.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0552 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels