|
HR. Al Hakim : "Menyendiri lebih baik daripada berkawan dengan yang buruk, dan kawan bergaul yang shaleh lebih baik daripada menyendiri. Berbincang-bincang yang baik lebih baik daripada berdiam, dan berdiam adalah lebih baik daripada berbicara (ngobrol) yang buruk."
|
|
yuanandalah@gmail.com |
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi Sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. mereka Itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka Itulah orang-orang yang bertakwa. (T.Q.S. Al-Baqarah:177)
Salah satu kriteria kebajikan yang dijelaskan dalam Al-Qur’an sebagaimana terjemahan Al-Baqarah 177 adalah menepati janji, selanjutnya merupakan salah satu ciri orang yang benar (imannya) dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.
Catatan dari saya Menepati janji adalah suatu amanah, amanah yang tak mudah bagi kita manusia yang lemah [4:28] yang merupakan tempat dari lupa, sebagimana Nabi Adam yang diterangkan dalah Al-Qur’antelah durhaka kepada Allah, dimana durhaka ini di sini ialah melanggar larangan Allah karena lupa.
Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia[949]. (T.Q.S. Thaahaa:121)
[949] Yang dimaksud dengan durhaka di sini ialah melanggar larangan Allah karena lupa, dengan tidak sengaja, sebagaimana disebutkan dalam ayat 115 surat ini. dan yang dimaksud dengan sesat ialah mengikuti apa yang dibisikkan syaitan. kesalahan Adam a.s. meskipun tidak begitu besar menurut ukuran manusia biasa sudah dinamai durhaka dan sesat, karena tingginya martabat Adam a.s. dan untuk menjadi teladan bagi orang besar dan pemimpin-pemimpin agar menjauhi perbuatan-perbuatan yang terlarang Bagaimanapun kecilnya.
Pikir saya entah bagaimana seharusnya kita sebagai manusia untuk selalu berusaha menepati janji, tentu Allah maha mengetahui atas usaha kita untuk menepati janji,
Mengenai Lupa? apakah ketika kita lupa untuk menepati janji kita telah durhaka pada Allah, dan apakah Lupa yang kita alami merupakan akibat kita mengikuti bisikan syaitan?
Saya hanya dapat mebuat catatan kecil ini sebagai pemikiran untuk kita lebih baik selanjutnya,
Semoga pembaca tidak Lupa dapat memberikan kontribusi pendapat akan masalah Lupa yang saya kemukakan dalam tulisan ini.
Jazakumullah khoiran katsir . . .
| Bagikan | Tweet |
|
--- 2 Komentar ---