Ali Bin Abi Thalib : "Nilai seseorang sesuai dengan kadar tekadnya, ketulusan sesuai dengan kadar kemanusiaannya, keberaniannya sesuai dengan kadar penolakannya terhadap perbuatan kejahatan, dan kesucian hati nuraninya sesuai dengan kadar kepekaannya akan kehormatan dirinya."
Alamat Akun
http://saif.kotasantri.com
Bergabung
12 September 2010 pukul 22:19 WIB
Domisili
Ponorogo - Jawa Timur
Pekerjaan
Mahasiswa
Catatan Muhammad Lainnya
Usia Kita
8 Mei 2011 pukul 09:25 WIB
Jangan ampe lupe....!
11 Maret 2011 pukul 18:55 WIB
Tukang cukur : "Allah itu tidak ada"
26 Februari 2011 pukul 15:36 WIB
Dikala hati "cenat-cenut"
25 Februari 2011 pukul 11:11 WIB
Antara Ayah, Anak dan Burung Gagak
13 Februari 2011 pukul 10:24 WIB
Catatan
Ahad, 8 Mei 2011 pukul 09:31 WIB
Pujian

Oleh Muhammad Aris Saifuddin

Manusia adalah tempatnya salah dan lupa, maka dari itu kita selaku seorang muslim harus tetap menjaga hati kita agar tidak tercemar dengan noda-noda yang dapat mengotori hati kita dan berpaling dari kasih sayang Allah. Sudah merupakan sifat dari manusia untuk tersanjung dan terlena dengan pujian yang dilontarkan orang lain kepada dirinya. Terlebih lagi ia akan melakukan apapun dan dengan cara apapun untuk mendapatkan suatu pujian dari orang lain. Akan tetapi dibalik semua itu, ia hanyalah akan semakin terlena dan semakin terjerumus ke arah yang lebih dalam dari jurang kenistaan yang akan memisahkannya dengan Allah. Ia akan menjadi durhaka dan takabur akan nikmat yang telah diberikan oleh sang Ar-Rahman kepadanya sehingga ia dapat mewujudkan pekerjaannya.

Tidak jarang kita temui orang-orang yang hanya melakukan sesuatu berdasarkan pujian yang akan diberikan orang lain kepadanya. Tanpa pujian kepada hasil kerjanya, maka ia pun akan menjadi sangat berberat hati dalam mengerjakan tugas yang memang diwajibkan kepadanya dan tidak sedikit yang mengutuk orang-orang yang tidak memuji hasilnya tersebut. Tak sedikitpun ia berpikir untuk melakukan suatu pekerjaan atas dasar hanya mengharapkan ridho Allah SWT. Ia lupa akan alasan ia diciptakan di dunia ini tak hanya untuk menyembah kepada Allah SWT.

Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang di langit dan apa yang di bumi; hanya Allah-lah yang mempunyai semua kerajaan dan semua puji-pujian; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. (At-Taghabun 64:1)

Alhamdulillah, segala puji hanya untuk Allah. Salah satu kalimah dalam dzikir kita itu menyebutkan bahwa segala puji-pujian itu hanyalah milik Allah. Sesungguhnya pujian orang lain terhadap pekerjaan kita itu hanyalah memuji salah satu selendang yang menjadi hiasan Allah yang dipakaikan-Nya kepada kita, seingga kita memiliki sedikit kuasa untuk melakukan suatu pekerjaan itu. Maka dari itu janganlah kita takabur dan terlena atas pujian orang lain yang ditujukan kepada Allah melalui diri kita yang hina dan lemah ini. Apabila tidak dikuasakan-Nya, maka tiada sedikitpun yang dapat kita lakukan untuk mewujudkan apapun.

Sebagai muslim yang hendak mencari ridho Allah pujian yang berasal dari mulut orang lain tidak dapat dibandingkan dengan sebagian kecil ridho yang diberikan Allah atas keikhlasan kita kepada-Nya. Sikapilah pujian tersebut dengan bersyukur kepada Allah, jangan merasa berbesar hati atas pujian yang bersifat sementara tersebut. Sadarlah akan nikmatnya yang begitu besar yang belum sempat engkau syukuri sedikitpun dibandingkan diri kita selalu berpikir tentang pujian apa yang akan diberikan orang lain kepada kita. Mengkoreksi diri akan jauh lebih baik daripada mengharapkan pujian orang lain.

Raihlah kemenangan yang bersifat hakiki semata-mata dari Allah SWT. dan bukan berasal dari orang lain yang bersifat sementara. Hindari riya’ dan tetaplah melaju dalam jalan Allah yang lurus. Semoga kita sampai kepada rahmat dan maqom yang lebih tinggi lagi dimata Allah SWT.

Insya Allah, Amin ya Robbal Al Amin..

sumber : http://renunganhati.net/pujian

Bagikan

--- 0 Komentar ---

Syahroni | Swasta
Subhanallah, KSC sangat bermanfaat bagi seorang hamba yang ingin menjalin silaturahim guna mencari keberkahan hidup. Saya juga berharap kiranya media ini bisa membantu saya dalam mengelola panti pendidikan anak-anak yatim.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0470 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels