|
Ali Bin Abi Thalib : "Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan, tapi ilmu bertambah apabila dibelanjakan."
|
|
http://facebook.com/Roza ukhti |
|
http://twitter.com/Roza_ukhti |





Oleh Ukhti Khumairoza
Terik siang menyinari jagat raya, menghangatkan bumi dan seisinya
seorang remaja sedang duduk termanggu mendengarkan ricuh suara ombak dan angin.
"biru, coklat, dan putih" kata si remaja
em...em... (berfkir sejenak melihat panorama ini)
"akankah sama bila dilihat dari dekat ?" tanya nya dalam hati.
ah, aku ini... aku ini payah !! yah, pasti berbeda, tidak mungkin sama.
***
Tak lama kemudian remaja itu merenung diam tak bersuara, membisu tak berkata
dalam hati ia berguman "ya Allah, usiaku sekarang sudah kepala dua, sisa hidupku pun semakin berkurang. selama ini ku jalani hari dengan segala aktifitas yang ku tak tahu kau ridhoi atau tidak, yang terkadang tanpa ku sadari mendatangkan maksiat, membuang waktu dengan percuma. mungkinkah itu semua akan terulang lagi di usiaku sekarang ini ???"
fikiran remaja itupun melayang terbang entah kemana, mengingat seluruh peristiwa hidup yang telah lalu, memikirkan kelemahan yang selalu menghantui. tiba-tiba terlintas satu kata dikepalanya "LEMAH".
untuk kedua kalinya remaja ini berguman dalam hati. lemah... diri ini begitu lemah, selama ini aku hanya pasrah dengan segala yang terjadi, aku lemah tak bisa mengeluarkan kemampuan ku yang ada, selalu menampakan kelemahan. tak berani mengungkapkan yang ada difikiranku. hanya bisa diam, mendengarkan orang lain berceloteh tak membantah walau itu salah.akankah kelemahan ini akan pergi ?
***
kembali remaja itu terdiam, tertunduk lesu. batinnya sesak, ingin sekali ia teriak mengelurarkan seluruh penat yang ada.
"MALU" kata itu muncul tiba-tiba dikepalanya. malu, selalu saja malu. " mengapa untuk bertanya saja malu, mengungkapkan pendapat malu, maju kedepan malu, mengekspos hasil karya pun malu". kemudian ia teringat akan suata kata pak Ustad. "malu itu sebagaian dari iman, orang yang mempunyai rasa malu berarti ia tidak beriman". Remaj itu bingung, "malu seperti apakah yang dimaksud oleh ustad itu yah ?"
"apakah rasa malu ku ini wajar atau terlalu berlebihan ?" tanya nya dalam hati. "ia", hati kecilnya berkata. "kamu itu terlalu berlebihan. malu itu memang boleh tapi tidak untu ksemua urusan."
****
terik matahari semakin menyengat. remaja tadi yang fikirannya melayang bersama angin pun tersadar. ia pun pergi meninggalkan peristirahatan dan menuju bibir pantai. disana ia pun berdiri sembari meyakinkan diri untuk berkata,
" Aku remaja usia kepala dua,berjanji akan mengubah semua kelemahan ku menjadi kekuatan. Aku akan menjadi seorang remaja yang lebih baik lagi yang dapat membuat orang tuaku tersenyum bangga melihat ku"
tak terasa pipinya pun basah, dalam hati ia berkata "akankah ini bisa ?"
"ini pasti bisa, tak ada yang tak mungkin di dunia ini" gumannya dalam hati
tekadnya bulat seperti bola api yang memanas dan siap meledak kapan pun ia mau.
remaja itu pun berjalan menyisiri bibir pantai, melihat keindahan ciptaan sang Maha Tinggi lagi Maha Perkasa. ia pun berteriak sekeras-kerasnya, membuang seluruh beban yang ada.
****
bagi yang udah baca, mohon do'anya, agar si Remaja ini bisa melaksanakan janjinya !!!
syukron ^_^
| Bagikan | Tweet |
|
--- 0 Komentar ---