|
HR. Al Hakim : "Menyendiri lebih baik daripada berkawan dengan yang buruk, dan kawan bergaul yang shaleh lebih baik daripada menyendiri. Berbincang-bincang yang baik lebih baik daripada berdiam, dan berdiam adalah lebih baik daripada berbicara (ngobrol) yang buruk."
|





Oleh Saeful Arif
Hidup mati seseorang sudah ada yang menentukan, rejeki dan jodoh sudah direncanakan jauh sebelum kita punya rencana. Sebagai manusia kita hanya berencana, berusaha dan Allah lah yang menentukan.
JODOH. Jodoh adalah karunia terbesar dan terindah sepanjang kehidupan manusia karena jodoh itu artinya menikah. Dan menikah adalah pintu gerbang menuju cinta dan kasih sayang yang sesungguhnya, cinta dan kasih sayang yang mendapat naungan, restu dan ridhoNYA.
“Sesungguhnya ketika seorang suami memperhatikan istrinya dan begitu pula dengan istrinya, maka Allah memperhatikan mereka dengan penuh rahmat, mana kala suaminya rengkuh telapak tangan istrinya dengan mesra , berguguran lah dosa-dosa suami istri itu dari sela jemarinya” (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dar Ar-Rafi’ dari Abu Sa’id Alkhudzri)
Jodoh kita siapa yaa? Jodoh itu rahasia Allah. Hanya Allah lah yang tau siapa yang menjadi jodoh kita.
Ada yang sudah bertahun-tahun pacaran tapi akhirnya kandas ditengah jalan. Ada juga yang sudah bertunagan tapi tidak sampai ke pelaminan. Bahkan, ada yg sudah menyebar undangan malah menunda pernikahan karena ada satu sebab “misalnya” tapi yang pasti itu sudah ketentuanNYA, berarti belum jodoh. Kadang jodoh bisa datang tiba-tiba yang tidak pernah kepikiran apa kah dia jodoh kita atau bukan? Seperti cerita dibawah ini:
Ada seorang laki-laki, Duda. Dua tahun setengah pernikahannya kandas dan mempunyai satu orang anak dan ingin menikah lagi.
“ingin menikah lagi tapi sama yang masih gadis supaya anak aku ada yang mengurus. Yaa minimal janda kembang lah”
“hehehe… mana ada sih gadis yang mau sama duda punya anak gak punya modal kayak kamu”
“yaa kalau gitu sama janda kembang, bisa ngirit”
“hahaha… kamu mau cari kemana janda seperti itu, bung. Jarang! Sekalinya ketemu kamu udah pikun hehehe…”
“waduh… terus gimana dong kok jadi sulit?”
Tidak ada yang sulit bagi Allah. Kalau ada keinginan, niat bersungguh-sungguh dan berusaha pasti ada jalan. Bagi kita tidak mungkin tapi bukan bagi Allah. Lalu laki-laki itu bertemu dengan seorang gadis mereka saling berkenalan, Keluarga gadis itu pun menerima apa adanya dan setengah bulan kemudian (singkat cerita) menikah..
“Akhirnya jadi kawin juga. Hehehe… Jadi ingat pas pulang menentukan hari dan tanggal gak ada sepeser pun uang dikantongku” karena mendadak
“yaa makanya kamu harus pandai bersyukur tuh! Untung ada yang menerima kamu jadi suami dan menantu ”
“yaa… itu berkah dan karuniaNYA mungkin sudah jodoh kali, ya” berkah karena keluarga gadis itu tidak menuntut yang macam-macam, karunia Allah menjadikan gadis baik-baik itu sebagai istrinya.
Benar itu namanya sudah jodoh. Sahabatku Hikmah dari cerita singkat ini. Pertama, mejelaskan bahwa tidak ada satu pun penghalang apa bila Allah sudah berkehendak yang satu dua puluh tahun satunya enam puluh, bukan masalah. Satu janda satu perjaka, mungkin saja. Duda dengan perawan? Ya semua sudah diatur oleh Allah maka terjadilah…
Ke dua, yang katanya gak punya modal lah, gak mungkin lah ternyata kalau kita niat dan berusaha maka terlaksana lah. Tidak ada yang susah bagi orang yang bersungguh-sungguh dan berkeluh kesah. Bersyukurlah karena apa bila Allah berkehendak semuanya jadi mudah!
Ke tiga tidak perlu gusar memikirkan jodoh kita siapa, apalagi sampai obral sepuluh ribu tiga supaya ada yang mau menikahi kita. Na’dzubillah tsumma Na’udzubillah. Percayalah kita semua mendapatkan jodoh yang terbaik. Percaya masing-masing kita sudah dipasang-pasangkan. Sebagai mana adanya langit berpasangan dengan bumi,pun adanya siang ada malam.
| Bagikan | Tweet |
|
--- 0 Komentar ---