HR. At-Tirmidzi : "Pena (takdir) telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering, apa yang luput darimu tidak akan menimpamu, dan apa yang menimpamu tidak akan luput darimu. Ketahuilah bahwa kemenangan itu bersama kesabaran, kelapangan bersama kesempitan, dan bahwa bersama kesulitan ada kemudahan."
Alamat Akun
http://las_tri.kotasantri.com
Bergabung
31 Mei 2011 pukul 10:59 WIB
Domisili
Jakarta - DKI Jakarta
Pekerjaan
Staf Admin dan Mengajar
Catatan Izzatul Lainnya
:: Tulisan Kehidupan ::
7 Agustus 2011 pukul 23:27 WIB
Hidup Hanya Sebuah Perjalanan
10 Juli 2011 pukul 21:00 WIB
:: Untuk Isteri-isteri para Pejuang ::
7 Juli 2011 pukul 20:32 WIB
Memandang Cinta Dari Cermin Hati
25 Juni 2011 pukul 13:53 WIB
Catatan
Jum'at, 12 Agustus 2011 pukul 12:23 WIB
:: Warna-warni Kehidupan ::

Oleh Izzatul Muthmainnah

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Dengarkanlah panggilan cintaNYA untuk kita,,,
Sangat menyentuh qolbu,,,meresap sampai kerelung yang terdalam
Sejenak saja kemudian berganti
Terbitnya sang mentari yang mengawali episode perjalanan kita
Tetesan embun yang begitu berhati-hati menetesi tanah kering di bawahnya
Beriak air sungai yang mengalir tenang menyusuri setiap likunya
Hembusan angin bayu yang menggerakkan lembut setiap dedaunan yang hijau juga yang telah menguning layu
Subhanallah…
Takkan pernah dapat terlukiskan hanya dengan sekadar pandangan...ataupun terucap kata

Begitupula setiap episode perjalanan hidup kita
Seperti pelangi yang memiliki banyak warna
Merah yang membarakan keberanian
Biru yang menenangkan
Kuning yang mencerahkan
Hijau yang menyejukkan
Hitam yang mengelamkan
Sebenarnya sungguh indah perjalanan hidup kita,,,jika kita mau mencermati serta merenungi setiap bagian-bagiannya…!!!

Tahukah diri, siapa yang menata semua itu…???
Begitu rapih Sang sutradara kehidupan ini mengaturnya
Meng-cut/menegur kita jika di dapati kesalahan untuk kemudian memberi kesempatan pada kita memperbaikinya
Memberikan sentuhan ketika kita lupa akan ni’mat sehat karena mungkin terlalu bersemangat mengejar cinta dan janji-NYA
Memberi pahala ketika kita menjemput kebaikan
Memberikan cinta dan kasih sayang tanpa mengharap balasan
Menyembuhkan dikala sakit mendera
Memberi makan dan minum ketika lapar dan dahaga
Menghibur dikala kesedihan
Mengajarkan keshabaran ketika dalam ujian dan cobaan
Menyisipkan keikhlashan dalam pengerjaan
Memberi kemudahan dikala kesulitan
Menguatkan dikala rapuh
Menjaga dikala kita tidur
Menenangkan ketika amarah merasupi
Masih banyak lagi ini dan itu yang
bahkan kalaupun daratan sebagai kertasnya dan air laut sebagai tintanya sungguh takkan pernah cukup untuk menuliskan semuanya
Subhanallah…

Tetapi…Astaghfirullahal‘azhim….
Malu diri ini padaNYA,,,

Apalagi yang kurang untukmu wahai diri…???
Diri ini ...
Tak pandai bersyukur ketika DIA memberi ni’matNYA tanpa perhitungan
Tak cakap menata diri ketika kesempurnaan diberikanNYA, hingga selalu saja merasa kurang
Tak pernah merasa puas akan segala pemberianNYA
Tak jarang mengeluh dan selalu mengeluh ketika DIA mengajarkan kebaikan
Tak shabar ketika berdo’a dan meminta
Tak sanggup mencari jawaban dari soal yang diberikan
Tak bijak menyikapi persoalan hidup, sehingga tak sedikit yang kemudian lari dari rambu-rambuNYA atau menempuh jalan pintas yang merugikan diri…

Wahai diri ...
Tak sadarkah engkau betapa ALLAH sangat menyayangimu,,,memperhatikanmu,,,menjagamu,,,memberikan semuanya untukmu…???
Apa yang membuatmu selalu merasa kurang...???
Astaghfirullahal’azhim…

Wahai diri ...
Tataplah dua insan yang selalu di dekatmu
Yang selalu mendo’akanmu dan tak akan pernah terputus do’anya untukmu
Yang mencurahkan seluruh cinta kasih sayang perhatiannya untukmu
Yang mengajarkanmu untuk mengenal penciptamu
Lihatlah guratan halus di wajahnya yang semakin nampak di pandanganmu
Lihatlah butiran bening yang mengalir di wajahnya
Mereka begitu tulus,,,mereka begitu ikhlash,,,mereka penuh kasih sayang
Merekalah yang telah mendidikmu dengan penuh cinta,,,
ya…dengan penuh cinta...!!!
Tak peduli panas,,,hujan,,,
Tak kenal lelah lagi keluh kesah,,,
Terkadang menyembunyikan kedukaan jika lara menghampiri
Dengan sangat rapih mereka simpan itu semua agar tak terlihat pandang mata kita
Tapi terkadang kita tak menyadari itu…

Wahai diri ...
Sudahkah membahagiakan mereka…???
Tuluskah membantu mereka…???
Mengeluhkah disaat mereka tak dapat memenuhi apa yang kita pinta…???
Tak banyak mereka pinta darimu
Janganlah sakiti mereka
Sungguh wahai diri...
Tak guna kejayaan dunia yang kita punya tanpa keridhoan mereka
Siapapun ayah bunda kita, kasihi dan sanjungilah mereka
Bahagiakanlah mereka
Teruslah berdo’a untuk mereka
Sungguh kami mencintaimu wahai ayah bunda…
Tak akan ada sesuatupun yang dapat membalas jasamu
Walaupun kami memiliki harta berlimpah sekalipun
Sungguh tak akan dapat tergantikan dan kami tak akan dapat membalasnya

Duhai R0BBI ...
Ampunilah dosa ayah dan bunda kami
Sayangilah mereka seperti mereka menyayangi kami di waktu kecil
Berikanlah mereka derajat yang tinggi di syurgaMU
Berikanlah mereka mahkota kemuliaan dan bantulah kami agar kami menjadi anak-anak yang sholih sholihah yang mereka banggakan dan mereka bangga kami sebagai anak-anak mereka

Duhai ALLAH ...
Layarkan kami kearah cintaMU
Tuntun kami dalam menggapai ridhoMU
Hanya sebentar kesempatan yang KAU berikan,,,hanya sebentar,,,!!!
Menjadi seorang tamu yang bertualang mencari ma’na hidup sebenar

Tak elak bayangan itu terus mengejar…
Ingin bersembunyi tapi dimana…???
Ingin berlari tapi kemana…???
Adakah tempat untukmu wahai diri untuk bisa selamat dari kejarannya…???

Wahai diri yang berduka...
Wahai diri yang telah menggoreskan noda dosa
Wahai diri yang hanyut dalam terpaan gelombang
Sehingga menjadi resah dan berduka terhadap dosa-dosa
Hingga lautan kesenangan menjadi penghalang taubat diri
Umur milik kita telah dihamburkan
Tanpa sadar hingga akhirnya kepala beruban
Tak sadarkah dirimu sebenarnya kedipan mata dan desah nafas telah melenyapkan usiamu...???
Sekali lagi sungguh tak akan pernah kita merasa aman dari intaian mautNYA…!!!
Dan sadarlah setiap yang dilahirkan, maka untuk kematianlah dia dilahirkan

Wahai diri ...
Cobalah tatap sejenak awan yang berganti warna mengikuti perintah sang Nahkoda
Terkadang cerah,,,berawan,,,mendung,,,kelam,,,bergumpal,,,
Putih, biru, orange, merah, abu-abu, hitam
Itulah dirimu
wahai jiwa…Itulah warna hidupmu
Itulah scenario episode perjalanan hidupmu
Sungguh itu semua adalah pembelajaran untukmu wahai diri,,,

Duhai penjaga diri juga jiwa...
Ampuni kami yang sering lalai akan perintahMU
Maafkan segala kesalahan yang selalu kami perbuat setiap harinya…???
Ya…tiap hari kesalahan itu ada…

Duhai penjaga diri juga jiwa...
Wahai Dzat yang Maha Luas ampunanNYA
Ampunilah dosa ayah dan bunda kami
Ampunilah kami dari segala yang menyebabkan kaki ini tergelincir dari kebenaran maupun kelalaian
Ampunilah dosa-dosa yang kami perbuat sebelum anggota badan ini memberikan kesaksian dan bangunkanlah kami dari terlena dalam kelalaian
Karuniakanlah syurga dan segala perkataan maupun perbuatan yang mendekatkan kami padanya serta lindungilah dari api neraka dan perkataan maupun perbuatan yang mendekatkan kami padanya
Karuniakanlah taufik yang penuh keyaqinan untuk menjauhi segala kedurhakaan terhadapMU dan tunjukanlah kami kearah yang mendatangkan ridhoMU
Karuniakanlah kemanfaatan pada kami dengan apa yang Engkau ajarkan
Bimbinglah kami untuk meng’amalkan apa yang telah Engkau fahamkan
Tambahkan kami ‘ilmu dan ‘amal yang bermanfaat dan jadikanlah ‘ilmu dan ‘amal ini hanya untuk mencari keridhoanMU
Teguhkan kami dalam menghadapi teguranMU yang lembut
Kuatkan simpul kekuatan kami dengan simpul kasih sayangMU

Duhai penjaga diri juga jiwa...
Teguhkanlah kami disaat kematian dan anugrahkanlah kami kekuatan untuk meng’amalkan apa yang telah di nasihatkan pada kami , sehingga kami termasuk dari orang-orang yang diberi nashihat kemudian melaksanakannya
Tuntunlah kami pada ketho’atan
Karuniakanlah kami husnul khotimah dan jadikanlah kubur kami sebagai salah satu taman-taman syurga dan jangan jadikan sebagai liang neraka
Selamatkanlah kami dari bencana-bencana Qiamat
Masukanlah kami kedalam golongan penerima syafa’at dan teguhkanlah kami dalam kata yang teguh di hari Qiamat serta bukakan untuk kami pintu-pintu syurga

Aamiin ya Robbal ‘aalamiin

Teruntukmu Ayah dan Ibu…
ku sematkan kalung cinta
kurangkaikan dengan bunga kasih sayang
kurajut dengan senyum kebahagiaan
kusimpul dengan tali keikhlashan
kubingkai dengan frame do’a
Salam ta’zim untukmu insan yang ku banggakan
insan penyemangat hidupku
Duhai ALLAH...
anugrahkanlah syurga untuk mereka yang mendidik kami dengan penuh cinta…

Bagikan

--- 0 Komentar ---

Desy Rahayu | Pegawai
Saya baru bergabung di KotaSantri.com setelah saya membaca beberapa cerita yang sangat menarik, saya berkeinginan juga untuk berbagi cerita dengan Anda semua.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0531 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels