Ali Bin Abi Thalib : "Hati orang bodoh terdapat pada lidahnya, sedangkan lidah orang berakal terdapat pada hatinya."
Alamat Akun
http://laras_nur.kotasantri.com
Bergabung
11 Februari 2010 pukul 03:23 WIB
Domisili
Sidoarjo - Jawa Timur
Pekerjaan
Pelajar
ane berkacamata.
aishah_aja@yahoo.com
aishah_aja@yahoo.com
aishah_aja@yahoo.com
Catatan
Kamis, 18 November 2010 pukul 21:20 WIB
Seekor Kambing Pertama

Oleh Laras Nur Aishah Andjani

Teruntuk kambing yang manis…
Pagi setelah sholat ied… aku tak sabar dengan kiriman kambing yang telah ku pesan. Tak sabar untuk bertemu dengan kambing qurbanku…
Mbing…. Pertama bertemu denganmu… kau berlari… sangat menggelikan. Dan aku tak pernah merasa jijik padamu. Bulumu basah, putih yang tak lagi putih. Dan kau pun berteriak teriak “ mbekkk… mbeeekkk… mbeeekkk….”
Mbing… kamu tuh asset akhirat ku…. Jd yang terbaiknya…. Besok kita udah ga ketemu lagi… senyum yang manisnya.. aku foto… buat yang terakhir kalinya di akhir hayatmu.
Itu awal pertemuan kita. Aku tak mengerti dari mana kau asalnya. Dari desa mana. Karena ketika kamu dibawa ke kota ini.. kamu terpisah oleh keluargamu dan dijual untuk mati. Ya kukira kau sudah mulai lelah dan stress dengan semua ini. Begitu kejamnya dunia bagimu. Maka dari itu kau selalu berteriak-teriak tak henti-henti. Mungkin kau rindu dengan bapak, ibumu dan saudara-saudaramu didesa. Sehingga banyak rumput hijau yang ada ribuan di hamparan tanah yang kau injak tak kau hiraukan. Padahal itu makanan favoritmu.
Kamu kuajak ke tempat banyak rumputnya. Agar kau sedikit terhibur. Dan dapat menikmati pemandangan kota yang di sekitarmu. Banyak mobil, motor, truk, bis, becak, angkot, kereta dan pesawat. Dan berbeda dengan asal desamu yang begitu damai. Mungkin kau terheran-heran. Dan bertanya “ Dimana aku?? akan dibawa kemana aku?? “ Tapi kau hanya berucap “ mbekkk… mbeeekkk… mbeeekkk…” mana akau tau perasaanmu. Jika aku tau akan ku katakan padamu.
Ya mbing.. mungkin ketika aku bermain-main dan mengelus-elus kepalamu… kau akan terhibur…. Dan kita berfoto bersama. Walaupun sangat konyol tapi aku seneng…
Mungkin jaket merahku ini sangat mencolok dimatamu. Karena selama ini, ku memperhatikanmu. Kemanapun aku berjalan selalu kau lihat. Kepalamu bergerak mengikuti kemana aku pergi. Dan aku merasakan kau bahagia. Mungkin sedikit…. Hahahahahaha…. Dan aku tersenyum manis padamu sambil melambaikan tangan dan berkata “ da.. daa… da… mbinnggg….”
Dan juga mungkin karena jaket merah ini yang membuatmu selalu menghampiriku. Menyeruduk-nyeruduk. Padahal kau terikat. Lucu sekali. Dan ketika ku berjalan menjauh darimu. Kau malah berteriak-teriak lagi. Tapi ketika kau mendekat kau diam.
Ya pertemuan kita hanya beberapa jam…. Aku senang dapat menolongmu dari tali yang kau buat rumit sendiri sehingga kakimu terjerat karena ulahmu sendiri. Dasar kau sangat bodoh sekali. Dan kita harus berpisah di Masjid Sholahudin ini.
Besok kau telah tiada dan tak berwujud jasadmu. Mengenaskan…. Tak berwujud. Dan mungkin menjadi sate atau gule… dan sebagainya….
Ketika aku ditawari untuk menyaksikan kematianmu. Aku menolak. Aku tak tega menyaksikannya. Karena aku membuat kenangan manis bersamamu.
Selamat tinggal kambinggg…. Kita berpisah dihari yang sama dengan hari awal pertemuan kita…. Da da daaa…. Kambing… senyum yang manisnyaaa…. Semoga nanti dapat bertemu lagi… dengan wujud utuhmu lagi dihari kiamat nanti… seperti yang Allah janjikan…..
Terlalu melankolis berimajinasi bersama kambing yang satu ini…. Kambing pertamaku di idul adha ini.

Bagikan

--- 0 Komentar ---

Samsul M | Wiraswasta
Mulai buka site ini di tahun 2003, tapi baru sekarang saya ikut partisipasi. Maklum, baru ada waktu luang banyak.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0420 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels