|
Ibn Qudamah : "Ketahuilah, waktu hidupmu sangat terbatas. Nafasmu sudah terhitung. Setiap desahnya akan mengurani bagian dari dirimu. Sungguh, setiap bagian usia adalah mutiara yang mahal, tak ada bandingannya."
|
Oleh Kamaruddin
Berbicara tentang aliran sesat sama dengan berbicara tentang gerakan misionaris, karena gerakan aliran sesat adalah satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan dengan gerakan misionaris. Mengapa ?… karena sutradara dibalik itu semua adalah sang misionaris, tujuan utamanya adalah menghancurkan Islam.
Sangat jelas kalau kita memperhatikan hasil konferensi misionaris di Al-Kud tahun 1936, seorang yahudi yang diangkat menjadi direktur misionaris internasional bernama Samuel Zuimmer menyampaikan satu konsep yang sampai sekarang konsep tersebut masih dijadikan primadona program misi, konsep tersebut adalah “ Untuk memurtadkan kaum Muslimin adalah dengan 2 [dua] strategi yaitu dengan strategi pembinaan dan penghancuran” pembinaan artinya kaum Muslimin dimurtadkan dengan berbagai cara lalu dibina di gereja, penghancuran artinya jika kaum Muslimin sulit untuk dipindah agamakan maka dihancurkan dengan 4 mesin penghancur, yaitu :
* GAUL [GENERASI ANTI ULAMA] dengan sasaran ABG
* LUAG [LENYAPKAN ULAMA ANTI GEREJA] dengan sasaran para
aktivis yang mereka sebut ulama dengan cara dicitra burukan nama
baiknya atau gerakannya
* PERBEDAAN MENJADI PERPECAHAN dengan sasaran jama’ah
yang berbeda fiqih ibadah
* MEMBUAT KEMELUT INTERN KAUM MUSLIMIN, dengan membuat
aliran sesat
Pada poin 4 diatas sangat jelas bahwa aliran sesat adalah strategi memurtadkan kaum Muslimin dengan membuat kemelut intern, coba lihat seluruh aliran sesat baik Ahmadiyah, aliran Lia Eden, HDH, dll semuanya mengaku Islam tetapi ajarannya menyimpang dari Syari’at Islam dan kalau ditelusuri ujung-ujungnya adalah
MISIONARIS
sumber: http://antipemurtadan.wordpress.com ( diakses pada 23/11/2010)
| Bagikan | Tweet |
|
--- 0 Komentar ---