|
QS. An-Nahl : 97 : "Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."
|
|
jecka_prabu2007@yahoo.com |

Oleh Arief Joko
“ Manusia tidak ada yang terlepas dari dosa .Para Nabi pun pernah terjatuh dalam dosa tetapi cepat bertobat dan mendapat ampunan dari Allah.sikap cepat kemabli dari dosa menjadi salah satu sebab kemulian mereka.Maka bagi siapapun hendaknya mencontoh para nabi saat elakukan dosa”
Dosa merupakan sebuah pelanggaran syariat Allah dan sangat dimurkai Allah.Dosa pertama yang terjadi adalah penentangan iblis kepada perintah Allah untuk sujud kepada Adam As.Sebuah dosa yang enjadikanya dikutuk sampai hari kiamatdan menjadi penghuni abadi neraka .Ketetapan Allah kepadanya tersebut embuatnya kalap dan bersumpah akan menyesatkan manusia seluruhnya untuk menjadi temanya di neraka kelak kecuali mereka yang ikhlas.
Pelaku dosa akan sulit kembali kejalan yang benar kecuali mereka yang dirahmati Allah.Satu sisi dalamdirinya ada nasu lawwamah yang selalu cenderung kepada keburukan dan disisi lain ada iblis dan tentaranya yang membuat nya betah dalam kemaksiatan.sehingga mungkin kita pernah mendengar ungkapan keputusan seperti aku susah bertobat,aku sudah terlalu kotor , terlanjur basah mandi sekalian ,tak ada jalan tobat bagi ku dan lain lain.bahkan ada sebagian orang sebagai pelaku dosa yang seolah olah tidak bisa hidup tanpaaksiat karena dosa telah mandarah daging dalam kehidupana.
Dosa ibarat penakit yang apabila dibiarkan akan semakin ganas dan membunuh.Namun untuk sembuhpun perlu perjuangan dan kesabaran atas pahitnya bertobat,namun ada yang tidak mampu dan kembali berkubang dengan dosa.
HARAPAN ITU MASIH ADA
Seorang muslim yang melakukan dosapasti suatu saat merasa kepenatan dan kesempitan.Sehingga dengan kesadaranya ia ingin lari dan mnyudahi dosanya.Namun setan akan membisikan kepadanya agartidak bertobat dengan mnekut nakuti akan kemarahan Allah kepadanya dan kehinaan dirinya hingga tak mungkin diampuniAllah.Hingga dia akan berputus asa dari tobat,walaupun ungkin dia telah meninggalkan dosanya.Sikap meninggalkan dosa tanpa tobatini tidak akan mepunyai nilai ibadah karena tanpa ada nilai penghambaan kepada Allah
Insan ini hendaknya merenungi perkataan seorang ulama yaitu Ibnul Qayyim , “Dia ( Allah ) adalah Rabb yang Maha Pengampun , maka dia menyukai ampunan , mahgfirah dan tobat.Dia senag dan gembira dengan kegembiran yang tek terhingga kepada tobatnya hamba-Nya saat seorang hamba bertobat kepada-Nya .”Allah akan mengampuni hamba-Nya yang berdosa lantas ia bertobat walaupun dosanya sebanyak apapun”
Sebagaiman dalil dari Al-Qur’an ,
“Sesungguhnya Tuhanmu Benar banar mempunyai ampunan ( yang luas ) bagi manusia sekalipun mereka berbuat aniaya”. ( Ar- Ra’d : 6 )
Serta sabda Rasulullah SAW
“ Allah SWT telah berfirman , “ hai anak adam ,sesungguhna selaa kalian mau berdoa dan mengharap kepada-Ku , niscaya Aku ampuni segala dosa yang telah lalu dari mu.dan Aku tidak menghiraukan lagi.hai anak adam ,Sekiranya dosa dosa mu sampai emenuhi isi langit , kemudian kamu maminta ampun kepada-Ku , niscaya aku ampuni.Hak anak Adan, sekiranya kamu menghadap kepada Ku dengan mambawa sepenuh bumi kesalahan ,tetapi kamu tidak menyekutukannya.Aku dengan sesuatupun , niscaya Aku berikan kepadamu ampunan sepenuh bumi pula”.( Riwayat Tarmidzi )
Keluasan Rahmat Allah tersebut hendaknya menjadikan seiap insan tidak berputuss asa untuk kembali kepada-Nya.pintu ampunan Allah begitu luas dan selalu terbuka ,maka tiada alasan bagi siapapun untuk tidak bertobat.Taubatan nasuha sebagai bentuk penghambaan yang secara tulus merendahkan diri terhadap Keagungan Allah.Janganlah berputus asa dari Rahmat-Nya , karena sikap tersebut merupakan sikap orang yang sesat.
Sebagai mana Firman Allah :
“ Dan Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya kecuali orang orang yang sesat”.( Al – Hijr : 56 )
“ Maka bersegeralah menuju Allah , semoga menjadi hamba –hamba yang beruntung “
( Wallahu a’lam …….)
| Bagikan | Tweet |
|
--- 0 Komentar ---