|
HR. Al Hakim : "Menyendiri lebih baik daripada berkawan dengan yang buruk, dan kawan bergaul yang shaleh lebih baik daripada menyendiri. Berbincang-bincang yang baik lebih baik daripada berdiam, dan berdiam adalah lebih baik daripada berbicara (ngobrol) yang buruk."
|
|
|
http://arrafiiyah-arrafiiyah.blogspot.com |
|
http://facebook.com/profile.php?id=100000493450379 |
|
http://twitter.com//#!/akbararrafiiyah |





Oleh H. Akbar
وَ الْعَصْرِ . إِنَّ اْلاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍ . إِلاَّ الَّذِيْنَ آمَنُوْا وَ عَمِلُوا الصَّالِحَاتِ
وَ تَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَ تَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam keru-gian, Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan na-sehat menasehati supaya menetapi kesabaran". (QS Al-'Ashr 1-3)
Waktu merupakan kekayaan yang tak ternilai harganya. Demikian pentingnya nilai sebuah waktu Allah SWT menempatkan dua huruf taukid (huruf yang memberi konotasi penting) pada satu ayat. Pada ayat di atas, huruf taukid tersebut adalah "INNA" dan "LA" pada ayat ke dua surat al-'Ashr.
Dengan ditempatkannya dua huruf taukid tersebut Allah telah memberikan penekanan khusus bahwa manusia itu akan merugi manakala tidak memanfaatkan waktu dengan baik. Namun, solusi agar manusia tidak merugi juga Allah berikan pada bagian akhir surat tersebut.
Jika kita analogikan dalam kehidupan sehari-hari, jarum jam itu bagaikan kalajengking yang akan menyengat saat kita penuh dengan dosa. Namun kita akan terhindar dari kejahatannya manakala diri kita penuh dengan ketaatan.
Jarum yang menunjukkan detik akan memperingatkan detik-detik yang kita lalui. Jarum yang menunjukkan ke arah menit menjadi saksi atas dosa-dosa kita setiap detik. Dan jarum yang menunjuk ke arah jam artinya setiap kali menempuh satu jam perjalanan usia kita sudah berkurang selama satu jam.
Kita dituntut untuk memanfaatkan waktu dengan bijak. Jika fasilitas waktu yang Allah berikan kita sia-siakan, apalagi diisi dengan hal-hal yang negatif, sama artinya kita mengembangbiakkan kalajengking pada tubuh kita yang pada akhirnya kita sendiri yang akan merasakan akibatnya.
| Bagikan | Tweet |
|
--- 0 Komentar ---