Tazakka : "Perjuangan itu artinya berkorban, berkorban itu artinya terkorban. Janganlah gentar untuk berjuang, demi agama dan bangsa. Inilah jalan kita."
Alamat Akun
http://ganteng.kotasantri.com
Bergabung
16 April 2009 pukul 22:06 WIB
Domisili
Dubai - Dubai
Pekerjaan
karyawan hotel
Simple dan mudah diajak untuk ngobrol,senang tertawa tp tdk pandai bercerita yg lucu2. Senang mendengar cerita yg lucu. Krn tertawa membuat kepenatan hilang berganti dengan senyum dan wajah yg ceria. Tidak suka cara bicara yg kaku,suasana yg formil....sebisa mungkin dibuat SERSAN ( Serius tp Santai). Duda tanpa anak,dan diberikan amanah …
teguh_ganteng@hotmail.com
http://facebook.com/teguh banget
Catatan
Sabtu, 20 November 2010 pukul 08:22 WIB
Bapak dimataku...

Oleh Teguh Yulyono

Sejak kecil ku tidak pernah mengenalmu secara utuh.Yang kutahu dirumah hanya ada 8 org yang saling berinteraksi di setiap harinya.
Mama...adalah wanita yang biasa kami panggil untuk semua kebutuhan hidup yang aku butuhkan.
Beliau berusaha semaksimal mungkin membagi perhatian kepada anak-anaknya.
Bisakah beliau melakukan dengan adil...? Sendirian ..?
Saudara-saudaraku berjumlah sembilan,tapi hanya 7 orang yang kukenal.Saudariku dengan nama Mbak Suci..itupun menurut cerita Mama..telah kembali kepangkuan Illahi.Sehingga ku tidak bisa mengenalinya karena takdir.
Kembali kepada kau ..bapakku.Dimana kau berada saat kami berbagi tawa ? Berbagi makanan? Tangisan ? Makian ..?
Dimana kau..Bapak ?
Kata Mama kau bekerja di tengah laut untuk mencukupi kebutuhan kami.
Benarkah itu..?Atau kau hanya ingin berlari dari kehidupan yang telah kau pilih ? Dengan dalih mencari sesuap nasi dan rasa tanggung jawab sebagai seorang kepala rumah tangga.
Jawab..Pak ? Jawab...?!!!?
Aku menemukan jawaban di tengah bisikan pasir gurun yang gersang.Segersang hati dan perasaanku yang terluka.Karena kau..bapakku !!!
Badanku dingin ..udara malam di dubai karena winter menusuk tulang belulang di sekujur tubuhku.
Tak hanya itu..hatiku pun tertusuk oleh dinginnya sikapmu kepada aku selama ini.
Pak..kau lukai perasaanku sejak aku kecil..kau hina aku di depan saudara-saudaraku..kau siksa badan kecil dan ringkihku ..tanpa alasan yang jelas.
Kenapa Pak..?
Bencikah kau pada anakmu ini ?
Karena apa ..?
Aku Tio kecil yang selalu berusaha membuatmu bangga dengan prestasi di sekolah,rajin mengaji.Tapi hal itu tidak membuatmu senang sedikitpun.Aku menuruti semua perintahmu.Walau terkadang aneh menurutku.Tapi apa daya seorang bocah kecil dihadapan pandito ratu dengan kekuasaan mutlak ditangannya.
Jawaban itu kudapat setelah berita tenggelamnya kapal Van De Poor di lautan Atlantik. Ya..jawaban yang sangat kunanti-nantikan.Ya..jawaban atas semua sikap mu yang tidak bisa kumengerti.Atas perbuatanmu yang tidak ada ujung pangkalnya.Atas kekasaran kata dan tanganmu yang dengan bebas menghardik...menghina...memakiku.Ya..jawaban atas semua ..pecutan di kulit punggungku...memar di seluruh badanku atas kekuasaan mutlak yang kau miliki sebagai seorang bapak...
Ya..jawaban yang kembali membuatku terluka...
Kau bukanlah Imam bagi keluargamu sendiri ..! Kau adalah seorang penganut agama lain yang berbalut sorban putih,peci hitam dengan baju koko yang licin dan bau harum parfum dunia yang menipu siapa saja yang melihatnya.
Kau terlihat gagah sebagai Kepala rumah tangga dihadapan tetangga,saudaramu dan kami anak-anakmu.
Tapi itu semua hanyalah tipuan semata.
Kau hanya ingin membuat kami menjadi sepertimu.
Terimakasih Mama..atas perjuanganmu untuk tidak memisahkan kami dari keluarga ini walau apapun kesulitan duniawi menghadang dan menerjangmu.
Kau dengan berani dan tegar menghadapi ini semua.
Kini kutahu..kenapa kau benci padaku ..Pak ?
Kini kutahu..kenapa kau tidak pernah memujiku ..Pak?
Karena buatmu aku adalah malaikat kecil yang diturunkan Alloh SWT dari langit untuk menghalangi semua rencanamu.
Kau inginkan kami menjadi sepertimu,tapi doa Mama sangat kuat dan pertolongan Alloh SWT datang disaat kami dalam posisi sangat lemah dan terdesak.
Lahaulla walla quwatta Illabillah.

Hanya doa yang bisa kupanjatkan kepadamu..bapak ..semoga Alloh SWT mengampuni dosa-dosamu selama ini.
Semoga Alloh SWT membuat kuburmu terang dengan doa-doa anak-anakmu yang begitu banyak.
Sampai akupun tidak mengenalinya...
Yang pasti bukan dari satu rahim..??!!!
Semuanya kupasrahkan kepadaMu Illahi Robbi.
Rasa perihku...rasa benciku kepada orang yang seharusnya kuhormati...
Rasa sesalku ..amarahku..dan semua asa yang ada di dalam kalbuku terdalam.

Jangan jadikan aku sepertinya.Memang aku bagian dari dirinya.Tapi aku bukan dirinya.
Akulah Tio Nugroho Pandhito Putro.

Terimakasih Alloh atas pertolonganmu selama ini.Jangan biarkan aku membuat kesalahan yang sama seperti yang Bapak lakukan.

di tengah winter yang menusuk,
Dubai 201110 @ 03.40

Bagikan

--- 0 Komentar ---

Akhmad Muhaimin Azzet dan Nurul_Adhim menyukai catatan ini.
Fay Ahmed | Blogger
Senang sekali baca-baca di KotaSantri.com. Nambah pengalaman religius.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.2244 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels