|
HR. Ibnu Majah dan Abi Ad-Dunya : "Secerdik-cerdik manusia ialah orang yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling gigih membuat persiapan dalam menghadapi kematian itu."
|





- Sadarkah kita, bahwa kita akan melakukan perjalanan tanpa kembali lagi? Apakah kita telah membuat persiapan- persiapan untuk menyambutnya?
- Sudahkah kita membekali diri dalam dunia yang fana ini dengan berbagai amal shalih untuk menghibur diri dalam keterasingan kita di alam kubur nanti?
- Berapakah usia kita sekarang dan berapa lama lagikah kita akan hidup? sadarkah kita tiap-tiap sesuatu itu ada permulaan dan kesudahannya. dan bahwa setiap kesudahan yang kita alami adalah syurga atau neraka?
- Pernahkah kita membayangkan bahwa para malaikat turun dari langit untuk mencabut nyawa kita, sedangkan kita dalam keadaan lalai lagi tersia-sia?
- Pernahkah kita membayangkan selama hidup kita terjadinya hari itu dan detik-detik terakhir hidup kita, saat kita berpisah dengan sanak dan keluarga, orang-orang yang kita sayangi dan kasihi juga teman-teman kita? sesungguhnya saat itu maut datang kepada kita dengan membawa sekarat, kekerasan pencabutan nyawa dan segala penderitaannya. Sesungguhnya saat itu adalah hari kematian kita.
Sesudah ruh kita berpisah dari tubuh kita, jenazah kita dimandikan, dikafani, disholatkan.. lalu dipanggul untuk dibawa kemana?
Tentunya ke makam, yaacchhhh... sebagai permulaan dari tahapan hari akhirat. Selanjutnya, adakalanya tempat peristirahatan kita berubah menjadi salah satu taman dari taman-taman syurga atau berubah menjadi salah satu dari jurang di antara jurang - jurang neraka..
Sudahkah kita mempersiapkan bekal kita dari sekarang?...
| Bagikan | Tweet |
|
--- 2 Komentar ---