Sirah Umar, Ibnu Abdil Hakam : "Aku akan duduk di sebuah tempat yang tak kuberikan sedikit pun tempat untuk syaitan."
Alamat Akun
http://fitri_ana.kotasantri.com
Bergabung
9 Juni 2010 pukul 16:36 WIB
Domisili
fukuoka - fukuoka
Pekerjaan
ibu rumah tangga
Catatan Fitriana Lainnya
satu lagi ala nippon
2 Juli 2010 pukul 13:39 WIB
ilalang
23 Juni 2010 pukul 12:50 WIB
dalam sepenggalan waktu
23 Juni 2010 pukul 12:30 WIB
Catatan
Jum'at, 2 Juli 2010 pukul 14:19 WIB
anak belajar dari kehidupan...

Oleh fitriana tjiptasari

jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki
jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar membenci
jika anak dibesarkan dengan ketakutan, ia belajar gelisah
jika anak dibesarkan dengan rasa iba, ia belajar menyesali diri
jika anak dibesarkan dengan olok-olok, ia belajar rendah diri
jika anak dibesarkan dengan rasa iri, ia belajar kedengkian
jika anak dibesarkan dengan dipermalukan, ia belajar merasa bersalah
jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar rasa percaya diri
jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri
jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai
jika anak dibesarkan dengan penerimaan, ia belajar mencintai
jika anak dibesarkan dengan keadilan, ia belajar rasa aman
jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi diri
jika anak dibesarkan dengan pengakuan, ia belajar mengenali tujuan
jika anak dibesarkan dengan rasa berbagi, ia belajar kedermawanan
jika anak dibesarkan dengan kejujuran dan keterbukaan, ia belajar kebenaran dan keadilan
jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia menaruh kepercayaan
jika anak dibesarkan dengan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan
jika anak dibesarkan dengan ketentraman, ia belajar berdamai dengan pikiran
jika anak dibesarkan dengan keramahan, ia meyakini "sungguh indah dunia ini"


Di manakah telah ku meletakkan tunas-tunas muda itu?
Apakah tempat bagi mereka sudah ku persiapkan dengan sebaik-baiknya?

ah, tidak hanya tempat bagi mereka yang harus dipersiapkan sebaik-baiknya
tapi, apakah aku, sang penanam ini sudah mempersiapkan diri sebaik-baiknya?

apakah aku, sudah membekali diri dengan ilmu tentang bagaimana menanam yang baik?
memberi, memilih bibit yang baik? mengolah tanah? menyebarkan pupuk?
dan ilmu lain yang semestinya sudah ku persiapkan...

bukankah ketika mengharapkan anak ku menjadi sholeh/sholehah,
dan lalu, apakah aku sudah mendidik diri sendiri menjadi orang yang sholeh/sholehah?

masih banyak PR untuk ku....




masa kanak-kanak merupakan masa penanaman dasar kepribadian yang akan terbangun untuk sepanjang usianya. Tidak ada pengalaman anak yang hilang, melainkan hanya tertutupi....

Bagikan

--- 2 Komentar ---

Elsye Ivanne | Swasta
Semoga dengann bergabung di KotaSantri.com banyak manfaat yang saya dapatkan n dapat bertukar fikian dengan akhi n ukhti. Mohon bimbingannnya karena dalam waktu dekat saya harus mengakhiri masa lajang dan berdampingan dengann seorang aktivis dakwah.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0455 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels