|
Sirah Umar, Ibnu Abdil Hakam : "Aku akan duduk di sebuah tempat yang tak kuberikan sedikit pun tempat untuk syaitan."
|



Oleh fitriana tjiptasari
jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki
jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar membenci
jika anak dibesarkan dengan ketakutan, ia belajar gelisah
jika anak dibesarkan dengan rasa iba, ia belajar menyesali diri
jika anak dibesarkan dengan olok-olok, ia belajar rendah diri
jika anak dibesarkan dengan rasa iri, ia belajar kedengkian
jika anak dibesarkan dengan dipermalukan, ia belajar merasa bersalah
jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar rasa percaya diri
jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri
jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai
jika anak dibesarkan dengan penerimaan, ia belajar mencintai
jika anak dibesarkan dengan keadilan, ia belajar rasa aman
jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi diri
jika anak dibesarkan dengan pengakuan, ia belajar mengenali tujuan
jika anak dibesarkan dengan rasa berbagi, ia belajar kedermawanan
jika anak dibesarkan dengan kejujuran dan keterbukaan, ia belajar kebenaran dan keadilan
jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia menaruh kepercayaan
jika anak dibesarkan dengan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan
jika anak dibesarkan dengan ketentraman, ia belajar berdamai dengan pikiran
jika anak dibesarkan dengan keramahan, ia meyakini "sungguh indah dunia ini"
Di manakah telah ku meletakkan tunas-tunas muda itu?
Apakah tempat bagi mereka sudah ku persiapkan dengan sebaik-baiknya?
ah, tidak hanya tempat bagi mereka yang harus dipersiapkan sebaik-baiknya
tapi, apakah aku, sang penanam ini sudah mempersiapkan diri sebaik-baiknya?
apakah aku, sudah membekali diri dengan ilmu tentang bagaimana menanam yang baik?
memberi, memilih bibit yang baik? mengolah tanah? menyebarkan pupuk?
dan ilmu lain yang semestinya sudah ku persiapkan...
bukankah ketika mengharapkan anak ku menjadi sholeh/sholehah,
dan lalu, apakah aku sudah mendidik diri sendiri menjadi orang yang sholeh/sholehah?
masih banyak PR untuk ku....
masa kanak-kanak merupakan masa penanaman dasar kepribadian yang akan terbangun untuk sepanjang usianya. Tidak ada pengalaman anak yang hilang, melainkan hanya tertutupi....
| Bagikan | Tweet |
|
--- 2 Komentar ---