|
QS. Muhammad : 7 : "Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.
"
|
|
opietalone@yahoo.co.id |
|
http://facebook.com/Konselor Fijriani |
|
http://twitter.com/Fijriopiet |




Oleh Fijriani
Bukan pertemuan yang ku sesali tapi perpisahan yang ku tangisi. Tak ada yang bisa memberhentikan perputaran waktu. Seperti mimpi, sekejap Ramadhan hadir di tengah-tengah kita, tapi sekarang ia telah harus pergi. Meski ia janji akan kembali tahun depan, tapi kita tak benar-benar tahu apa kita masih bisa menjumpainya. Tak ada yang bisa jamin apakah usia kita sampai pada Ramadhan tahun depan, bahkan tak ada yang bisa jamin usia kita sampai pada Iedul Fiti tahun ini, atau jangan-jangan usia kita tak sampai pada beberapa jam nanti. Astaqhfirullahuladzim…
Tanpa terasa kita telah berada di beberapa hari di akhir Ramadhan. Seolah ada yang menginstruksikan, perlahan masjid-masjid kian lengang. Barisan shaf-shaf sholat kian longgar. Tawaran diskon besar-besaran dari Allah di sepuluh hari terakhir tak laris manis. Ahh,, entah kemana perginya iman di awal ramadhan. Mungkin ia pun pergi seiring berlalunya Ramadhan. Sampai-sampai I’tikaf pun pindah ke Mall-mall. Tawaran diskon di sana lebih menggiurkan bagi sebagian orang, ‘Big Sale’. Masya Allah…
Tidakkah terbayangkan oleh kita, sosok anak-anak yang kini berada di panti-panti asuhan. Mata mereka kian basah ketika memasuki akhir ramadhan dan menjelang datangnya Idul Fitri. Dekapan dan ciuman dari ibu yang melahirkan mereka tidak dapat mereka rasakan. Meluapnya kegembiraan sebagian orang dalam menyambut hari kemenangan itu, hanya bisa membuat mereka menerawang, merindukan ibu, yang kedua telapak tangannya tidak dapat mereka cium mesra. Baju-baju baru, makanan-makanan enak hanya menjadi doa mereka dalam harap.
Semoga kita merupakan bagian orang-orang yang merasakan indah di akhir Ramadhan. Seperti halnya mereka yang mengisi Ramadhan dengan hati yang bersih dan akhirnya kembali Fitri di awal Syawal. Mereka lulus ujian dengan nilai yang sangat memuaskan, bertahan dalam sabar dan menebar kebaikan selama Ramadhan. Allah akan mengumumkan mereka sebagai lulusan terbaik di Universitas Ramadhan tahun ini. Bukan gelar Sarjana atau Magister yang mereka sandang, tapi gelar Muttaqin. Adapun reaksi mereka atas kemenangan ini, mereka tak sekedar larut dalam dalam kebahagian, tapi menyeruak rindu di sudut hati mereka. Merindu meski Ramadhan belum berlalu.
Allahualam bissawab..
Saya sangat menyadari bahwa sempurna hanya milik Allah.. Baik dan buruk dari tulisan ini, ana serahkan pada Allah SWT..
| Bagikan | Tweet |
|
--- 0 Komentar ---