|
HR. At-Tirmidzi : "Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu. Maka barangsiapa mengambil warisan tersebut, ia telah mengambil bagian yang banyak."
|
|
|
http://amazzet.com/ |
|
http://twitter.com/@kangazzet |





Dari Abu Ya’la Syaddad bin Aus r.a., Rasulullah Saw. pernah bersabda, “Sesungguhnya Allah mewajibkan (kalian) berbuat baik terhadap segala sesuatu, maka bila kalian hendak membunuh orang (dalam peperangan ataupun yang lainnya), bunuhlah dengan cara yang baik, dan bila kamu menyembelih (binatang), maka sembelihlah dengan cara yang baik, hendaklah kalian menajamkan pisau dan memperlakukan hewan sembelihan dengan lembut.” (HR. Muslim)
Dalam segala urusan kita harus berupaya sekuat tenaga untuk bisa berbuat baik. Bahkan, ketika hendak membunuh orang dalam medan jihad sekalipun. Berkaitan dengan hal ini, penulis tiba-tiba teringat kepada sebuah peristiwa saat Sayyidina Ali r.a. akan mengayunkan pedang kepada musuhnya. Saat pedang itu terayun tinggi-tinggi dengan semangat jihad fi sabilillah, tiba-tiba sang musuh meludah ke wajah Sayyidina Ali. Saat itu juga, pedang yang sudah terayun mendadak berhenti, ada keraguan bergolak dalam dada Sayyidina Ali: adakah energi kemarahan atau dendam dalam ayunan pedang ini? Jangan-jangan pedang ini berayun karena kemarahan pribadi, bukan karena menegakkan panji-panji agama-Nya? Akhirnya, Sayyidina Ali lebih memilih mengurungkan untuk menebaskan pedangnya karena merasa telah diusik oleh kemarahan dan dendam pribadi. Sang musuh yang telah meludahi wajahnya ditinggalkannya begitu saja.
Berbuat ihsan semestinya juga dilakukan ketika menyembelih binatang. Sebelum hewan disembelih, kita harus mengasah pisau atau pedang kita dengan tajam agar sang hewan sekilas saja merasakan sakit saat disembelih. Diupayakan juga agar tidak menyembelih di hadapan hewan lainnya yang belum disembelih.
| Bagikan | Tweet |
|
--- 0 Komentar ---