HR. At-Tirmidzi : "Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu. Maka barangsiapa mengambil warisan tersebut, ia telah mengambil bagian yang banyak."
Alamat Akun
http://am_azzet.kotasantri.com
Bergabung
20 Oktober 2010 pukul 16:05 WIB
Domisili
Sleman - DI Yogyakarta
Pekerjaan
Penulis, juga editor freelance
http://amazzet.com/
http://twitter.com/@kangazzet
Catatan Akhmad Lainnya
Berbuat Ihsan kepada Sesama
22 Februari 2012 pukul 10:58 WIB
Petunjuk untuk Berbuat Ihsan
15 Februari 2012 pukul 09:17 WIB
Berimanlah Sebelum Terlambat
1 Februari 2012 pukul 11:12 WIB
Iman Paling Utama
9 Januari 2012 pukul 11:55 WIB
Iman yang Lurus
26 Desember 2011 pukul 11:17 WIB
Catatan
Rabu, 29 Februari 2012 pukul 10:22 WIB
Berbuat Baik dalam Segala Urusan

Oleh Akhmad Muhaimin Azzet

Dari Abu Ya’la Syaddad bin Aus r.a., Rasulullah Saw. pernah bersabda, “Sesungguhnya Allah mewajibkan (kalian) berbuat baik terhadap segala sesuatu, maka bila kalian hendak membunuh orang (dalam peperangan ataupun yang lainnya), bunuhlah dengan cara yang baik, dan bila kamu menyembelih (binatang), maka sembelihlah dengan cara yang baik, hendaklah kalian menajamkan pisau dan memperlakukan hewan sembelihan dengan lembut.” (HR. Muslim)

Dalam segala urusan kita harus berupaya sekuat tenaga untuk bisa berbuat baik. Bahkan, ketika hendak membunuh orang dalam medan jihad sekalipun. Berkaitan dengan hal ini, penulis tiba-tiba teringat kepada sebuah peristiwa saat Sayyidina Ali r.a. akan mengayunkan pedang kepada musuhnya. Saat pedang itu terayun tinggi-tinggi dengan semangat jihad fi sabilillah, tiba-tiba sang musuh meludah ke wajah Sayyidina Ali. Saat itu juga, pedang yang sudah terayun mendadak berhenti, ada keraguan bergolak dalam dada Sayyidina Ali: adakah energi kemarahan atau dendam dalam ayunan pedang ini? Jangan-jangan pedang ini berayun karena kemarahan pribadi, bukan karena menegakkan panji-panji agama-Nya? Akhirnya, Sayyidina Ali lebih memilih mengurungkan untuk menebaskan pedangnya karena merasa telah diusik oleh kemarahan dan dendam pribadi. Sang musuh yang telah meludahi wajahnya ditinggalkannya begitu saja.

Berbuat ihsan semestinya juga dilakukan ketika menyembelih binatang. Sebelum hewan disembelih, kita harus mengasah pisau atau pedang kita dengan tajam agar sang hewan sekilas saja merasakan sakit saat disembelih. Diupayakan juga agar tidak menyembelih di hadapan hewan lainnya yang belum disembelih.

Bagikan

--- 0 Komentar ---

PROF | Clothing Designer
Sukses bwat KOTASANTRI.COM ...
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0794 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels