|
Ali Bin Abi Thalib : "Hati orang bodoh terdapat pada lidahnya, sedangkan lidah orang berakal terdapat pada hatinya."
|





Oleh adung dwi rosyadi
para pembaca yang saya hormati, dalam kehidupan sehari-hari tentulah kita akan menemui hal-hal yang tidak kita senangi. Tidak ada manusia yang hidupnya selalu lurus-lurus saja tanpa masalah dan hambatan hidup. Artinya bahwa gangguan atau kerikil kehidupan seperti yang bapak ungkapkan itu bukanlah milik kita sendiri saja, tetapi orang lain pun mengalaminya bahkan mungkin bukan hanya kerikil yang mengenai hidupnya, tetapi batu bata atau batu yang lebih besar yang dirasakannya.
Kembali kepada diri kita dalam menghadapinya. Ibaratkanlah cobaan seperti air yang membasahi tubuh kita. Kita akan basah karenanya, namun tubuh menjadi jauh lebih bersih dibandingkan sebelumnya. Artinya janganlah selalu melihat cobaan sebagai sesuatu yang memberatkan kita, tapi lihatlah secara menyeluruh esensi dari cobaan tersebut.
Misalkan kita selalu di fitnah oleh teman sekerja, memang sebuah ujian yang berat tentunya, mungkin saja awalnya diakibatkan oleh kita yang jarang bersilaturahmi dengannya, jarang sekali kita memperhatikan dan mempedulikan mereka. Atau bahkan karena mereka ingin meminta perhatian lebih dari kita. Dan toh, kalau fitnah itu terbukti tidak benarnya terhadap Anda, nama Anda tentunya pun akan semakin baik dimata yang lainnya.
Kedekatan diri pada Allah untuk selalu memperkuat keikhlasan dalam menghadapi ujian hidup tentulah sangat dianjurkan. Dan itu akan mempermudah terkuaknya fitnah dan dimudahkannya seseorang dalam melewati ujian dan rintangan yang menghadangnya
| Bagikan | Tweet |
|
--- 0 Komentar ---