QS. Muhammad : 7 : "Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. "
Alamat Akun
http://adung.kotasantri.com
Bergabung
27 Maret 2010 pukul 19:24 WIB
Domisili
surabaya - jawa timur
Pekerjaan
mhs
Catatan Adung Lainnya
jalan islam sangat jelas
24 Juli 2010 pukul 20:15 WIB
jalan islam sangat jelas
24 Juli 2010 pukul 20:15 WIB
Catatan
Sabtu, 24 Juli 2010 pukul 19:57 WIB
Sering Gagal, Karena Terbawa Oleh Nafsu

Oleh adung dwi rosyadi

para pembaca yang saya hormati, Hal yang paling menggemaskan adalah ketika Anda merasa mampu melakukan sesuatu, tetapi belum mau melakukannya. Banyak alasan dari ketidakmauan itu, namun yang paling berbahaya dari berbagai alasan itu adalah karena Anda malas untuk memulainya!

Ya, malas melakukan sesuatu merupakan dalih yang paling berbahaya karena ia dapat membunuh potensi Anda. Ketika rasa malas muncul, Anda akan tampil di bawah potensi maksimal, sehingga seakan-akan menjadi tidak berharga dan tidak bermanfaat di hadapan orang lain dan lingkungan Anda. Padahal Nabi saw telah menganjurkan setiap manusia agar bermanfaat untuk lingkungannya. “Yang paling baik di antaramu adalah orang yang paling bermanfaat untuk orang lain” (Al-Hadits).

Karena itu, rasa malas harus diperangi. Malas membuat potensi seseorang menjadi terpendam atau muncul tapi terlambat. Malas membuat seseorang bagaikan lumpuh. Tak bertenaga dan tak berdaya untuk menghindarinya. Pikirannya menjadi irasional, jiwanya kosong dan perbuatannya menjadi tak bertanggung jawab. Ironisnya mereka yang malas sering menghibur diri dengan mengatakan, “suatu ketika saya pasti akan melakukannya”. Tapi nyatanya yang sering terjadi justru ia semakin menunda-nunda melakukan pekerjaan itu. Mungkin malah sama sekali tidak pernah dilakukannya sampai akhir hayatnya. Akibatnya, hanya penyesalanlah yang ia tuai.

Seringkali juga orang yang malas menutupi alasan malas itu dengan alasan lain yang “elegan”, sehingga terkesan bagi orang lain sebagai alasan yang logis, seperti dengan mengatakan “saya sibuk dengan urusan lain yang lebih penting”, “saya menunggu waktu yang tepat untuk melakukannya”, “saya sedang mempersiapkan diri untuk melakukannya”, dan lain-lain. Namun hati kecilnya tak dapat dibohongi. Sebenarnya ia menunda melakukan pekerjaan itu hanya karena malas melakukannya.

Bagaimana cara mengatasi rasa malas? Banyak cara yang telah ditawarkan para pakar untuk mengatasinya, tapi cara yang paling efektif adalah: Just do it! (lakukan saja, tanpa menunda!). Jadi, kerjakan saja apa yang menurut Anda harus dilakukan. Jangan ditunda dan jangan mencari alasan! Apapun alasan untuk menunda pekerjaan itu, lupakanlah! Sebab sebagian besar alasan adalah alasan yang dicari-cari. Ali bin Abu Thalib ra berkata: “Sesungguhnya kalau Anda menunda pekerjaan, maka alasan ketakukan akan kegagalan pekerjaan tersebut akan semakin besar daripada Anda melakukan pekerjaan itu sekarang juga!”.

Dan jangan biarkan pikiran kita membuat alasan untuk menundanya. Jika pikiran Anda mulai mencoba melakukan rasionalisasi untuk menundanya, katakan dengan keras dan tegas pada diri Anda sendiri: Just do it! No Reasonable! Lakukan sekarang juga! Jangan banyak alasan! Insya Allah, Anda akan mampu mengatasi rasa malas dan tidak menunda-nunda melakukan pekerjaan. Sesungguhnya perbedaan orang yang gagal dengan orang yang sukses adalah orang yang gagal berpikir untuk melakukan sesuatu, sedang orang yang sukses berbuat untuk melakukan sesuatu

Bagikan

--- 0 Komentar ---

Lina | staff adm
Subhanallah... Ingin sekali bisa bergabung, berbagi cerita, dan bertanya. Artikelnya bagus-bagus.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0904 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels