|
Ibn Qudamah : "Ketahuilah, waktu hidupmu sangat terbatas. Nafasmu sudah terhitung. Setiap desahnya akan mengurani bagian dari dirimu. Sungguh, setiap bagian usia adalah mutiara yang mahal, tak ada bandingannya."
|





Oleh adung dwi rosyadi
para pembaca yang disayangi ALLAH SWT, Ketika Anda sedang melihat dari tepi jalan sebuah mobil bermerk terkenal, dengan body yang indah dan warna menawan, apakah Anda tertarik untuk memilikinya? Tentu saja. Dan ketika ada orang yang akan memberikan mobil itu secara cuma-cuma kepada Anda, apakah Anda akan segera menerimanya? Pasti.
Tapi, tahukah Anda bahwa mobil tersebut di dalamnya tidak ada stir kemudi dan mesinnya? Tahukah Anda bahwa di dalamnya tidak ada jok alias kosong melompong? Tentu saja Anda tidak tahu karena terhalang melihatnya oleh kaca dan badan mobil tersebut.
Itulah salah satu kelemahan manusia dalam melihat. Penglihatan manusia sesungguhnya punya banyak keterbatasan karena dia hanya dapat melihat dari satu sudut pandang saja dan mudah terhalang oleh benda yang ada di depannya. Dan bukankah bila kita ingin menoleh ke belakang kita juga harus memutarkan kepala kita?
Karena banyaknya keterbatasan, kita butuh pemandunya dan sebaik-baiknya pemandu hanyalah Allah SWT. Karena dialah yang Maha Mengetahui segalanya. Berbaik sangkalah padaNYa dan kuatkan keyakinan bahwa Allah pasti dan pasti memberikan yang terbaik dengan kita.
Manusiawi kiranya bila ingatan masih terkilas. Bukankah paku yang tertancap juga akan meninggalkan bekas bila tercabut? Namun harapan hendaknya harus dihilangkan dan jangan dijadikan beban untuk menghambat aktifitas hidup kita. Karena tugas kita masih banyak dan tidak hanya hal ini semata.
Cobalah melihat dunia ini dari sudut pandang berbeda -- bisa dengan menganggap bahwa yang lalu itu tidak pernah ada dalam hidup kita --.
Semangat harus tetap ada, tanpa semangat manusia tak ubahnya seperti robot yang yang tekendali hanya oleh faktor eksternal semata. Bukankah hewanpun punya 'semangat' sehingga ia dari pagi hari sudah berusaha untuk mencari makan?
Cobalah Anda renungkan Surat Yusuf (12) ayat 87.
| Bagikan | Tweet |
|
--- 0 Komentar ---