HR. Ahmad & Al Hakim : "Kemuliaan orang adalah agamanya, harga dirinya (kehormatannya) adalah akalnya, sedangkan ketinggian kedudukannya adalah akhlaknya. "
Alamat Akun
http://adung.kotasantri.com
Bergabung
27 Maret 2010 pukul 19:24 WIB
Domisili
surabaya - jawa timur
Pekerjaan
mhs
Catatan Adung Lainnya
jalan islam sangat jelas
24 Juli 2010 pukul 20:15 WIB
jalan islam sangat jelas
24 Juli 2010 pukul 20:15 WIB
Catatan
Sabtu, 24 Juli 2010 pukul 19:49 WIB
Menentukan Tujuan Masa Depan

Oleh adung dwi rosyadi

para pembaca yang dirahmati ALLAH SWT. Pada dasarnya, manusia diciptakan oleh Allah SWT untuk beramal shaleh. Melakukan perbuatan-perbuatan yang baik untuk peningkatan kualitas orang banyak. Inilah tujuan sebenarnya keberadaan manusia di dunia. Manusia yang dapat menghasilkan ’Warisan bermakana’ dalam hidupnya.

Jika Anda ingin beramal shaleh dengan nilai yang besar, berbuatlah dengan karya yang manfaatnya berdimensi lama dan manfaatnya dirasakan oleh sebanyak-banyaknya orang. Bahkan kalau bisa karya Anda itu tetap bermanfaat bagi orang lain setelah Anda meninggal.

Inilah warisan yang bermakna. Warisan yang nilainya jauh lebih mulia daripada harta. Sebab jika harta cepat hilang dan punah, warisan bermakna akan bertahan lama dalam menyumbang sejarah peradaban manusia. Inilah warisan yang ditinggalkan orang-orang besar kepada kita, seperti para nabi, pemimpin, penemu, seniman, dan lain sebagainya. Kita berhutang budi kepada mereka. Dengan sumbangsih mereka, peradaban manusia tetap ada dan kehidupan tetap berjalan.

Warisan bermakna ini yang akan membuat kita bahagia di dunia dan tersenyum senang di akhirat kelak. Seperti yang dikatakan Sayyid Quthb ketika ia akan menghadapi kematian di tiang gantungan, “Kebahagiaan yang sesungguhnya aku rasakan adalah ketika aku merasa yakin bahwa aku telah meninggalkan sesuatu yang berharga bagi generasi penerusku”.

Harus pula dipahami bahwa Allah SWT melihat apa yang kita kerjakan (proses) bukan sekedar hasil (output) dari pekerjaan itu. Misalnya ketika seseorang membangun sebuah masjid. Bukan bangunan masjidnya yang dinilai. Tetapi bagaimana dikerjakannya, apakah dari sumber dana yang halal, apakah dengan keikhlasan dan seterusnya. Cobalah dibuka surat At Taubah ayat 105: dan Az Zumar: 39..

Tugas manusia adalah untuk selalu berbuat dan selalu berbuat kebaikan sedangkan urusan hasil dan penilaian adalah dikembalikan kepada Allah SWT yang akan memberikan rewardNya kepada kita berupa kehidupan akherat yang indah dan kekal.

Bagikan

--- 0 Komentar ---

agung sutrisno | PNS
Isinya bagus, ringan, gampang dibaca, dan menyentuh kehidupan sehari-hari. Keep on good works!!!
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0691 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels