Umar bin Khattab : "Kebajikan yang ringan adalah menunjukkan muka berseri-seri dan mengucapkan kata-kata yang lemah lembut."
Alamat Akun
http://adung.kotasantri.com
Bergabung
27 Maret 2010 pukul 19:24 WIB
Domisili
surabaya - jawa timur
Pekerjaan
mhs
Catatan Adung Lainnya
jalan islam sangat jelas
24 Juli 2010 pukul 20:15 WIB
jalan islam sangat jelas
24 Juli 2010 pukul 20:15 WIB
Catatan
Sabtu, 24 Juli 2010 pukul 19:50 WIB
Kembali Bangkit dari Keterpurukan

Oleh adung dwi rosyadi

para pembaca yang sayangi ALLAH SWT. Semangat harus tetap kita pelihara dalam diri kita. Ia ibarat darah dalam hidup manusia, yang merangsang segenap anggota tubuh untuk beraktivitas. Penyakitnya adalah lemah semangat yang dikarenakan adanya kendala dan hambatan dalam beraktivitas. Suatu kondisi yang sebenarnya wajar terjadi dalam diri seseorang, namun jika kelamaan akan berdampak buruk.

Obat lemah semangat adalah motivasi diri. Motivasi yang bersandarkan dari dalam diri kita sendiri untuk bekerja dan berbuat semaksimal mungkin. Jika kita tergantung pada orang lain atau lingkungan untuk memotivasi kita, maka motivasi yang muncul tidak akan sampai pada tingkat “menggebu-gebu”. Kalaupun sampai pada tingkat “menggebu-gebu” sifatnya amat situasional dan temporer, tergantung pada stimulus lingkungan. Tidak bisa menjadi semangat yang langgeng dan lama.

Lakukanlah visualisasi. Visualisasi adalah upaya untuk membayangkan tujuan dengan sejelas-jelasnya dan sedetail mungkin, sehingga seolah-olah tujuan yang kita inginkan telah terwujud. Seperti mimpi yang kita alami ketika tidur. Seolah-olah mimpi itu nyata terjadi pada kita

Bertanggung jawablah akan keadaan. Karena tanggung jawab membuat seseorang merasa ada beban yang harus dipikulnya. Beban berupa amanah untuk melakukan sesuatu. Beban inilah yang membuat ia termotivasi untuk melakukan sesuatu.

Buatlah setiap suasana menjadi se-nyaman mungkin. Bila Anda lakukan sesuatu yang Anda sukai atau Anda merasa nyaman melakukannya, pasti Anda termotivasi.

Sudah merupakan fitrah manusia bahwa kita akan bersemangat melakukan sesuatu yang kita sukai. Kita akan termotivasi mengerjakan sesuatu bila kita merasa nyaman dan senang melakukannya. Itulah sebabnya para manajer perusahaan berusaha membuat karyawannya menyenangi pekerjaan yang mereka lakukan. Berbagai upaya mereka lakukan agar karyawan merasa nyaman melakukan pekerjaannya..

Bergeraklah (Move). Seringkali kita mengalami bahwa semangat kerja justru muncul setelah kita mulai bekerja. Bukan sebelum mulai bekerja. Sebelum memulai pekerjaan, kita merasa malas mengerjakannya. Kita merasa tidak mood (gairah) untuk bekerja. Rasa enggan itu terus menggelayuti kita sampai akhirnya kita memaksakan diri untuk bekerja. Pertama-tama terasa berat untuk memulai pekerjaan tersebut, tapi lama kelamaan keterpaksaan itu hilang. Malah berganti dengan perasaan senang dan mudah melakukannya. Sampai akhirnya kita malah asyik dan “tenggelam” dengan pekerjaan tersebut. Bahkan mungkin sampai lupa waktu dan makan.

Bagikan

--- 0 Komentar ---

Nia | Guru
KotaSantri.com top dech. Artikelnya bagus-bagus banget, sangat menyentuh kalbuku sampe berurai air mata membacanya dan sarat dengan hikmah. Bukankah hikmah adalah milik para mukmin yang tercecer? So, buruan gabung.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0677 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels