|
HR. Bukhari : "Berhati-hatilah dengan buruk sangka. Sesungguhnya buruk sangka adalah ucapan yang paling bodoh."
|





Oleh adung dwi rosyadi
para pembaca yang saya hormati, Walau perasaan jenuh merupakan hal yang tidak menyenangkan, namun ia merupakan hal yang lumrah terjadi pada diri manusia. Tidak ada manusia yang bisa terlepas dari penyakit ini. Yang jadi persoalan adalah bagaimana kita berupaya agar rasa jenuh ini tidak sering menghinggapi kita. Dan kalau pun menghinggapi, bagaimana kita menyiasatinya agar tidak berlangsung lama.
Jagalah keikhlasan. Keikhlasan merupakan kunci dari semangat hidup. Semakin kita ikhlas dalam bekerja, maka semakin kita bergairah untuk bekerja. Ingatlah bahwa kita melakukan pekerjaan juga dalam rangka ibadah pada Allah. Dan pekerjaan yang kita lakaukan tidak semua orang dapat melakukannya. Sebaliknya, semakin kurang ikhlas, maka kejenuhan menjadi semakin sering menerpa kita. Itulah sebabnya, sebagai contoh, Nabi Nuh tak pernah jemu mendakwahi kaumnya selama lebih kurang 900 tahun karena beliau sangat ikhlas melakukan tugasnya.
Cobalah melakukan variasi kerja (waktu, tempat, dan cara). Suasana yang monoton dan rutinitas akan mengakibatkan kejenuhan. Jalan keluarnya adalah dengan melakukan variasi dalam proses kerja. Di sini dibutuhkan kemampuan kreativitas agar pekerjaan senantiasa berubah dan menarik untuk dilakukan. Tanpa variasi kerja, rasa jenuh menjadi sulit untuk dihilangkan.
Dan buatlah tujuan dengan jelas. Tujuan yang jelas berarti tujuan tersebut terbayang dengan nyata di benak kita. Seakan-akan tujuan tersebut telah kita lihat dengan nyata. Tujuan yang jelas sangat berpengaruh terhadap semangat kerja. Itulah sebabnya, para sahabat sangat bergairah dalam beribadah (misal: sholat tepat waktu, sholat tahajud secara rutin, baca Qur’an tiap hari, dll) dikarenakan mereka mempunyai tujuan yang jelas, yaitu masuk surga. Surga bagi mereka bukanlah suatu utopia, tapi sesuatu yang nyata yang ada di hadapan mereka. Solusi untuk mengatasi rasa jenuh ini perlu kita lakukan secara rutin agar kita dapat bersikap prenventif terhadap kejenuhan.
| Bagikan | Tweet |
|
--- 0 Komentar ---