HR. At-Tirmidzi : "Ya Allah, sesungguhnya aku mohon perlindungan kepada Engkau dari hati yang tidak pernah tunduk, dari do'a yang tidak didengar, dari jiwa (nafsu) yang tidak pernah merasa puas, dan dari ilmu yang tidak bermanfaat."
Alamat Akun
http://adung.kotasantri.com
Bergabung
27 Maret 2010 pukul 19:24 WIB
Domisili
surabaya - jawa timur
Pekerjaan
mhs
Catatan Adung Lainnya
jalan islam sangat jelas
24 Juli 2010 pukul 20:15 WIB
jalan islam sangat jelas
24 Juli 2010 pukul 20:15 WIB
Catatan
Sabtu, 24 Juli 2010 pukul 20:00 WIB
Bagaimana Kiat Meraih Sukses?

Oleh adung dwi rosyadi

para pembaca yang saya hormati, Modal utama seseorang untuk meraih kesuksesan adalah dengan selalu senantiasa menjaga semangat, karena syarat meraih kesuksesan adalah adanya semangat, visi dan aksi.

Agar semangat senantiasa berkobar-kobar di dalam diri kita, kita harus mampu memotivasi diri. Kalau kita mampu memotivasi diri, kita akan selalu semangat. Dengan semangat itu, kita akan terhindar dari rasa jenuh (futur).

Kejenuhan datang karena ketiadaan semangat. Jika semangat ada, tak mungkin rasa jenuh datang. Kalau kita tidak jenuh, kita akan tekun bekerja. Dan kalau kita tekun bekerja, keberhasilan akan datang menjelang.

Jadi jelas, memotivasi diri menjadi urgen (penting) bagi kita. Jauh lebih urgen daripada menunggu dimotivasi orang lain atau lingkungan. Dengan kata lain, kemampuan memotivasi diri sendiri (motivasi intrinsik) jauh lebih penting daripada kemampuan memotivasi orang lain (motivasi ekstrinsik).

Kami mengumpamakan munculnya motivasi diri seperti menghidupkan sebuah mesin. Untuk menghidupkan mesin dibutuhkan pemicunya (pada kendaraan bermotor pemicunya adalah bensin). Pemicu tersebut terdapat pada ruang-ruang tertentu pada mesin. Untuk menumbuhkan motivasi diri, “pemicunya” adalah visualisasi (visualitation), tanggung jawab (responsibility), kenyamanan dan kesukaan (excited) dan gerakan (move). “Pemicu” tersebut terdapat pada ruang-ruang tertentu, yakni: mental (untuk visualisasi), spritual (untuk tanggung jawab), emosional (untuk kenyamanan/kesukaan), dan fisik (untuk gerakan).

Jadi, “menghidupkan” empat sumber pemicu utama motivasi, yakni visualisasi, tanggung jawab, kenyamanan/kesukaan, dan gerakan pada hakekatnya “menghidupkan” empat dimensi manusia (mental, spritual, emosional, dan fisik).

Jika sumber pemicu motivasi telah “hidup”, maka “hidup” juga motivasi diri kita. Semakin banyak dan besar “bahan bakar” yang menghidupkan sumber pemicu motivasi, maka semakin besar motivasi diri yang muncul. Pada saat itu semangat kerja menjadi membara. Gairah kerja menjadi bergelora. Kita akhirnya akan beraktivitas dengan motivasi yang tingg

Bagikan

--- 0 Komentar ---

mashalli | karyawan
Alhamdulillah... Meski baru bergabung di KSC, semakin nambah wawasan dan berbagi pengalaman religius.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0811 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels