QS. An-Nahl : 97 : "Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."
Alamat Akun
http://adung.kotasantri.com
Bergabung
27 Maret 2010 pukul 19:24 WIB
Domisili
surabaya - jawa timur
Pekerjaan
mhs
Catatan Adung Lainnya
jalan islam sangat jelas
24 Juli 2010 pukul 20:15 WIB
jalan islam sangat jelas
24 Juli 2010 pukul 20:15 WIB
Catatan
Sabtu, 24 Juli 2010 pukul 19:30 WIB
Apakah Saya Bisa Meniti Jalan Taubat?

Oleh adung dwi rosyadi

para pembaca yang disayang Allah SWT, Hidup hanya sekali. Rugi sekali kalau kita tidak beribadah dalam hidup ini karena memang itulah tujuan kita diciptakan Allah SWT.
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” (QS. 51 : 56).
Bagaimana cara bertaubat kepada Allah SWT? Para ulama dalam berbagai kitab mereka telah mengajarkan kepada kita bagaimana cara bertaubat kepada Allah SWT. Sebaiknya anda membaca kitab-kitab tentang taubat kalau ingin mendalami bagaimana cara bertaubat yang benar di dalam Islam.
Di ruang terbatas ini, saya hanya ingin mengutip cara bertaubat
menurut Al Qur’an surah Al Furqon ayat 70-71 : “kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.”
Jadi menurut surah tersebut, cara bertaubat yang sungguh-sungguh (taubatan nasuha) adalah dengan bertaubat (menyesali perbuatan) dan dilanjutkan dengan meningkatkan iman dan memperbanyak amal sholih. Pada ayat lain Allah berfirman bahwa taubat itu harus diiringi dengan kemauan yang kuat untuk tidak melakukannya lagi.
“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui” (QS. 3 : 134).
Lalu bagaimana setelah kita bertaubat ternyata kita mengulangi lagi perbuatan dosa? Maka Jawabannya kita bertaubat lagi dan bertaubat lagi. Demikian seterusnya sampai mati. Bahkan dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Allah SWT menyukai orang yang banyak bertaubat daripada orang sombong yang merasa dirinya sudah baik. Hal itu karena taubat menunjukkan kerendahan hati dan kebutuhan kita akan rahmat Allah. Sebaliknya orang yang jarang bertaubat menunjukkan kesombangannya dan ketidakbutuhannnya akan rahmat Allah SWT.
Saya sarankan juga agar anda menjaga pengaruh lingkungan yang buruk, walau itu mungkin menyenangkan kita. Kalau bisa, ikuti juga pengajian secara rutin, terutama pengajian kelompok (tarbiyah) yang sekarang ini marak dimana-mana. Insya Allah taubat Anda menjadi taubatan nasuha, bukan taubat yang main-main (istilahnya : taubat sambal).

Bagikan

--- 0 Komentar ---

Anna Fathimah Zakaria | Staf Pengajar
Baru saya sadari, ternyata KotaSantri.com tidak saja memperluas silaturrahim saya dengan teman-teman dari berbagai daerah di seluruh Indonesia (dan mungkin juga luar Indonesia, insya Allah), tapi juga mendidik saya untuk berperilaku lebih baik dan lebih Islami lagi serta mengajarkan saya banyak pengetahuan. Subhanallah...
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0593 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels