|
HR. Ahmad : "Sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalannya."
|



Oleh adung dwi rosyadi
assalam...
Banyak orang yang tidak peduli tentang pentingnya mengatur waktu. Padahal ia orang yang berpendidikan dan usianya masih muda. Untuk mengatur waktu dengan baik ada beberapa pirinsip yang tidak boleh dilupakan :
1. Semua peran hidup harus disediakan waktunya.
Setiap orang pasti memiliki peran hidup yang lebih dari satu peran. Misalnya ada seorang laki-laki memiliki peran hidup sebagai pedagang, kepala rumah tangga, warga masyarakat, dan lain-lain. Sebelum kita mengatur waktu, sebaiknya kita inventarisir dahulu peran-peran yang sedang kita jalani dalam hidup ini. Kemudian setiap minggu, setiap peran hidup itu harus terlayani (ada waktu untuk menjalaninya). Jangan waktu kita habis untuk satu peran saja, dan peran-peran lain terbengkalai. Ada orang yang bekerja dan menghabiskan waktunya untuk bekerja saja. Dia tidak punya waktu yang cukup untuk menjalani perannya sebagai ayah atau suami. Hal ini berarti hidupnya tidak seimbang. Ketidakseimbangan hidup akan berdampak pada kesuksesan parsial. Mungkin orang tersebut sukses dalam pekerjaan (karena menyediakan waktu), tapi gagal dalam peran-peran yang lain (karena tidak punya waktu untuk menjalankan peran tersebut dengan baik).
2. Jangan semua waktu kita dihabiskan untuk jadwal dan janji dengan orang lain.
Orang yang pandai mengatur waktu tidak akan menghabiskan waktu hariannya atau mingguannya untuk melayani janji dengan orang lain atau untuk melaksanakan jadwal. Berikan waktu-waktu kosong di antara waktu-waktu sibuk kita. Hal ini berguna untuk melakukan pembaruan (beribadah, berolahraga, membaca buku, dll). Juga untuk menghindari stres karena ketatnya jadwal. Jangan pernah mau waktu kita diprogram orang lain, sehingga kita begitu sibuknya dan tidak punya waktu untuk diri sendiri. Rasulullah saw membagi waktunya untuk dirinya sendiri, selain untuk keluarganya dan masyarakatnya.
3. Berani berkata “tidak” dan mampu mendelegasikan.
Agar semua peran terlayani dengan baik dan tidak semua waktu dihabiskan untuk memenuhi janji dan jadwal, kita harus berani berkata “tidak” jika ada orang yang meminta waktu kita. Atau bisa mendelegasikan tugas/pekerjaan tersebut agar dikerjakan oleh orang lain. Untuk mendelegasikan wewenang kepada orang lain dibutuhkan kemampuan untuk mempercayai orang lain, membimbing orang lain, dan mengawasi orang lain. Kalau kita perhatikan kenapa orang sukses semakin sukses. Hal itu karena mereka pandai mendelegasikan pekerjaan kepada orang lain, sehingga orang lain bekerja untuk mereka. Inilah karakteristik kepemimpinan yang perlu dimiliki setiap orang kalau mereka ingin sukses.
| Bagikan | Tweet |
|
--- 0 Komentar ---