Ibn Qudamah : "Ketahuilah, waktu hidupmu sangat terbatas. Nafasmu sudah terhitung. Setiap desahnya akan mengurani bagian dari dirimu. Sungguh, setiap bagian usia adalah mutiara yang mahal, tak ada bandingannya."
Alamat Akun
http://adinda_poetri.kotasantri.com
Bergabung
17 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Cimahi - Jawa Barat
Pekerjaan
PNS
http://dtpoetri11.blogspot.com
Catatan
Selasa, 30 November 2010 pukul 09:33 WIB
Ketika Ta’aruf Tak Lagi Serius

Oleh Adinda Poetri

Oleh : Adinda Poetri

Seringkali kita mendengar kata ta’aruf diperbincangkan di dalam kehidupan kita sehari-hari. Awalnya memang diperuntukkan untuk sebuah hubungan serius yang akan melangkahkan niatnya untuk menikah. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, kata ta’aruf mengalami pergeseran makna. Kini, banyak sekali pengalaman yang didapat atau obrolan yang sering didengar untuk kasus ta’aruf yang tak lagi dilaksanakan dengan serius.

Ketika seseorang mantap untuk berta’aruf dengan orang lain, maka sebaiknya terlebih dahulu diluruskan niatnya. Karena segala sesuatu bergantung kepada niatnya. Jangan sampai, ketika proses ta’aruf berlangsung, tiba-tiba dipertengahan jalan, mengakhiri ta’arufnya dengan alasan belum mantap. Nah lho, bukannya diawal sebelum berta’aruf, dia mengatakan mantap untuk melakukan proses ta’aruf dengan si A misalnya. Kenapa tiba-tiba dipertengahan jalan mengatakan belum mantap ? Apakah gerangan yang terjadi ? Jika alasan belum mantap karena perbedaan usia misalnya, mengapa hal ini (mengenai usia) tidak ditanyakan terlebih dahulu kepada mediator sebelum proses ta’aruf itu berlangsung ? bukankah alasan itu hanya mengada-ada saja ? Jika sudah begini masalahnya, hasilnya tentu akan berantakan.

Memang tidak dipungkiri bahwa segala sesuatu hasilnya ditentukan oleh keputusanNya. Manusia hanya berusaha atau berikhtiar melakukan proses tersebut. Tetapi, segala sesuatunya harus diniatkan serius dari awal sampai akhir, apalagi yang berkaitan dengan proses ta’aruf ini. Pertimbangkanlah baik-baik sebelum mengambil keputusan untuk berta’aruf dengan seseorang. Jangan sampai tergesa-gesa mengambil keputusan yang besar itu. Karena jika hanya main-main saja, akibatnya akan timbul banyak masalah. Walau mungkin dipandang sepele, tetapi hal ini patut kita renungkan sejenak.

Bagikan

--- 10 Komentar ---

Azman Ridho Zain | Santri
Salut dengan keberadaan website ini. Semoga bisa lebih meningkatkan ukhuwah Islamiyah antar sesama santri dan komunitas pesantren se-Indonesia.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0529 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels