|
HR. Ad-Dailami : "Alangkah baiknya orang-orang yang sibuk meneliti aib diri mereka sendiri dengan tidak mengurusi aib orang lain."
|





Selasa, 3 Agustus 2010 pukul 16:15 WIB
Penulis : Fiyan Arjun
Tiba-tiba saja ponsel jadulku menerima pesan dari seorang kawan. Kawan lama saya yang sudah lama tak bersua. Lama tak berjumpa dengannya! Entah, angin apa yang membawa dirinya ketika ia memberi pesan singkat itu di ponselku, aku semakin rindu kepadanya untuk bersua, walaupun ia kini sudah berumah tangga.
Ya, hari ini Senin [26/07] pukul 11.45 ketika aku mendapatkan pesan singkat dari kawan lamaku dan aku tertegun. Aku disadarkan kembali oleh pesan singkatnya. Tak sadar tamu Agung sebentar lagi kembali datang menyapaku dan juga semua para Muslim dan Muslimin di dunia.
"Assl. Wr Wb. Hr ini "Malam Nisyfu Sya'abn" [tutupnya buku amal] jd sebelum di tutup maafin ksalahankuya. Af1 jiddan kalo ada skp&ucapanku yg kurang enak dihati. Maafin ya. Sucikan hati utk dtangnya Ramadhan."
Begitu pesannya. Dan aku tertegun oleh pesannya.
Ya, Ramadhan, Engkau sudah datang. Tak sadar bibirku berucap. Tak terasa 15 hari lagi kita akan menuju bulan yang penuh rahmat dan barokah. Ramadhan. Ya, Bulan suci itu kini akan kembali menyapa kita semua. Bulan yang dirindukan segala lapisan dunia bagi kaum Muslim dan Muslimin semua. Dan aku? Aku belum menyiapkan apa-apa. Dan itu pun aku baru tahu bahwa Ramadhan akan kembali menyapaku. Aku baru tahu ketika diberitahukan oleh pesan singkat kawan lamaku saat aku disibukan oleh hal keduniawian. Membereskan segala perkuliahanku, cuti kuliah yang begitu berat aku tinggalkan, memikirkan bagaimana aku bisa mendapatkan pekerjaan tetap dengan membuat lamaran ke sana-sini, benar-benar membuat aku melupai itu semua. Melupai bahwa Tamu Agung itu akan datang, menyapaku kembali.
Saat aku menerima pesan dari kawan lamaku hari ini, aku akhirnya tersadarkan. Aku malu, malu karena aku tak memperhatikan Tamu Agung itu. Bulan suci Ramadhan yang akan bertamu kepada semua para Muslim dan Muslimin semua. Tapi walaupun begitu, ada yang terselip di kisi-kisi hatiku. Aku punya do'a dan nawaitu. Do'a dan permintaanku semoga aku bisa menjalankan ibadah puasaku dengan baik, tenang, dan khusyu. Tak lupa aku berucap, ”Syukur alhamdulillah Engkau masih mempertemukan aku di bulan suci Ramadhan ini.”
Marhaban ya Ramadhan. Aku datang. Aku rindu kepadamu.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Fiyan Arjun sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.