QS. Luqman:17 : "Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). "
Alamat Akun
http://ramadhan_adhi.kotasantri.com
Bergabung
5 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Bekasi - Jawa Barat
Pekerjaan
Programmer
Menjadi seseorang yang senantiasa dirindukan kehadirannya oleh orang lain adalah harapan saya. Untuk itu, mohon doanya sehingga bisa menggapainya harapan tersebut...
http://dik2.multiply.com
andhika.ramdhan
ramadhan_adhi
andhika.ramdhan@gmail.com
andhika.ramdhan@gmail.com
http://twitter.com/AndhikaRamdhan
Tulisan Dikdik Lainnya
Di Lapis Tanah ke-31
9 April 2009 pukul 18:25 WIB
Ini Bukan Satu Sama!
18 Maret 2009 pukul 21:15 WIB
Selalu Saja Begitu Indah
24 Februari 2009 pukul 03:20 WIB
Masih Ada Jalan ke Surga
17 Februari 2009 pukul 03:20 WIB
Relakah, Jika Mereka (pun) Dibuat Murtad?
11 Februari 2009 pukul 03:20 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Kamis, 16 April 2009 pukul 15:45 WIB

Mereka Ajarkanku Tentang Ini

Penulis : Dikdik Andhika Ramdhan

Sebuah gang sempit yang sudah entah berapa puluh, berapa ratus, bahkan mungkin berapa ribu kali aku lewati, pagi ini pun terasa tak ada yang beda. Ibu-ibu yang ditinggal suaminya berangkat kerja, serta anak-anaknya yang sudah berangkat sekolah, kini kembali menghiasi sudut-sudut teras rumah kontrakan mereka. Entahlah apa yang mereka perbincangkan saat itu, yang jelas, dari sini ternyata ada yang menjadi sebuah pelajaran berharga bagiku. Setidaknya hal itu aku rasakan di pagi ini.

Temanku bilang, "Orang kota itu sudah tak lagi tahu tentang arti kata sopan santun. Mungkin sudah terlalu sibuk mengurusi hal keduniawian, hingga tak lagi mampu melirik untuk hanya sekedar berbasa-basi melempar senyum atau pun menjawab ketika kita mengucapkan kata permisi pada mereka," katanya suatu hari ketika ia berkunjung ke tempatku.

Aku hanya tersenyum, entahlah haruskah aku menganggukkan kepala untuk mengiyakan pernyataan dia ataukah harus bagaimana aku berbuat saat itu. Karena jujur, aku pun seringkali merasakan hal yang sama seperti itu. Hingga terkadang dalam hati ini muncul rasa bosan dan kesal pada sikap acuh mereka itu.

Sering aku berniat untuk mengakhiri kebiasaan ini, mengucap permisi jika melewati seseorang yang berada di area jalanan yang akan aku lalui. Kalaulah ibuku tidak mengajariku untuk berbuat ini sejak kecil, mungkin dengan gampangnya aku mengambil keputusan ini dan mengakhiri semuanya. Hingga sama dengan mereka, aku pun berlaku acuh ketika lewat di depan wajah-wajah mereka.

Namun akhirnya, pagi ini ternyata Allah SWT memberikan jawabnya. Ketika langkah-langkah kecil ini kembali menuntunku menuju sebuah gedung di pusat ibu kota itu. Ketika matahari pagi yang kini tak lagi seganas dahulu mengintip di balik sela-sela kaca bangunan-bangunan megah di sana. Ketika langkah ini melewati mereka para ibu-ibu itu, seperti biasanya aku ucapkan permisi pada mereka. Dan ternyata, ini yang mengubah segalanya menjadi berbeda. Pagi ini, mereka menjawab sapaan permisiku. Sejenak aku menghentikan langkahku, sambil menolehkan wajah ke arah mereka dan tersenyum ke arahnya.

Ya, ternyata memang benar, harusnya tak ada kata bosan untuk kita belajar berbuat kebaikan. Tak ada kata lelah untuk kita mengamalkan kebenaran. Karena memang suatu hari nanti, semua akan ada hasilnya. Seperti saat ini, mereka telah ajarkanku untuk bisa istiqamah dalam melakukan sebuah hal kecil yang mungkin tak dinilai berarti bagi kebanyakan orang di luaran sana.

Aku mengayunkan kembali langkahku. Matahari seraya mengiringi langkahku kini dengan senyuman. Alunan merdu suasana hati mengiringinya dengan suka cita. Aku bersyukur padaMu, ya Rabb. Mengingat-ingat kembali sabda Nabi yang semakin meneguhkan jalanku saat itu, aku semakin malu dibuatnya.

Berkali-kali beliau sang Rasullullah menyampaikan hal ini. Sampai ketika di satu waktu ia pun menyampaikannya pada Abu Sa'id Al-Khudri RA, "Seorang mukmin tidak akan puas berbuat kebaikan hingga ia sampai ke puncaknya, yaitu surga." Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi ini, meskipun sebagian yang lain mengatakan sanad-nya dhaif, namun tidak ada salahnya untuk memotivasi kita dalam berbuat kebaikan.

Alhamdulillah, hari ini bertambah lagi satu pelajaran dariMu, ya Rabb. Dan bagi mereka, aku bangga pada kalian yang kali ini mampu kembali menjadi jalan bagiku mendapatkan satu hikmah yang sangat berarti dalam hidup ini.

http://dik2.multiply.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Dikdik Andhika Ramdhan sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

PROF | Clothing Designer
Sukses bwat KOTASANTRI.COM ...

jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan. dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.

KotaSantri.com © 2002 - 2012
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1020 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels