|
Tazakka : "Perjuangan itu artinya berkorban, berkorban itu artinya terkorban. Janganlah gentar untuk berjuang, demi agama dan bangsa. Inilah jalan kita."
|
|
|
http://rifarida.multiply.com |
|
rifatulfarida@ymail.com |
|
|
rifatulfarida@ymail.com |
|
rifatulfarida@ymail.com |





Kamis, 24 Mei 2012 pukul 11:30 WIB
Penulis : Rifatul Farida
Di gemericik hujan sore ini, ketika pagutan mahabbah itu kian kuat. Dan kupangkas setiap prasangka, dengan pisau tajam keimanan.
MerinduiMu kembali, dengan luapan rasa yang tak selalu biasa. Inilah jiwa kerdilku, yang telah termagnet oleh semua pesonaMu. Wahai yang Mahacinta, betapa semua gerak dan perhatian hanya tertuju padaMu. Berulang kali terazzamkan dalam lembaran-lembaran muhasabah hati.
Andai cakupan ini mampu, izinkan aku merengkuh semua rasa, padaMu. Namun Engkau terlalu agung untuk kugapai dalam ikhtiar tak terkira. Dan Engkau, terlampau hebat. Membuatku tertunduk dalam malu.
Wahai yang Mahadekat, bagaimana aku tidak malu. Ketika aku mulai tapak-tapak melangkah menujuMu dengan berjalan, Engkau telah menyambutku dengan berlari. Ketika sejengkal demi sejengkal ku tertatih mendekat, tertatih dengan banyak alasan keduniawian, Engkau telah melompat sigap dalam hitungan hasta, untukku.
Sungguh, hal itu memang benar. Bahwa Engkaulah yang Mahasegala.
Segala puji hanya untukMU, yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Dan di rendah dasar hati, ada tasbih-tasbih panjang, dengan lirih melafadzkan AsmaMu. Dalam kesyukuran dan penghambaan, memohon ampunan, kiranya Engkau lindungi hamba dari sifat lalai.
***
“Barangsiapa yang mendekati Allah sesiku, Dia akan mendekatinya sehasta. Barangsiapa mendekati Allah sambil berjalan, Allah akan menyambutnya sambil berlari.” (HR. Ahmad dan Al-Thabrani).
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rifatul Farida sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.