
Pelangi » Risalah | Rabu, 23 Januari 2013 pukul 12:00 WIB
Penulis : Redaksi KSC
"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut, disebabkan karena perbuatan tangan manusia supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar)." (QS. Ar-Ruum 30 : 41).
Sudah menjadi fitrah manusia, bahwa hidup ini adalah ujian dan musibah. Ada yang harus kita cermati dalam ayat Al-Qur'an di atas tadi, bahwa tidak semata-mata Allah menurunkan ujian dan musibah adalah untuk menguji keimanan seseorang, apakah dia sabar atau kufur dari ujian-Nya yang telah Dia tetapkan.
Apabila kita telaah dan kita sikapi bagaimana kejadian-kejadian sekarang yang bisa memiriskan hati dan membuat kita termenung dengan keadaan-keadaan sekarang. Bagaimana musibah yang telah terjadi di awal tahun 2013 sekarang? Bagaimana tontonan yang tidak mendidik diekspos oleh media-media TV yang tidak bertanggung jawab? Dan bagaimana pula kekejian manusia yang tidak bermoral dan tidak bertanggung jawab atas yang ia lakukan? Korupsi, pembunuhan, perampokan, ghibah, perjudian, perzinahan, fitnah, pertikaian antara saudara seiman, dan lain sebagainya. Dengan kejadian-kejadian tersebut, apakah kita mendapat musibah atau ujian?
Dalam konteks kita sebagai seorang muslim adalah bagaimana menyikapi dua hal tersebut, kita menyikapinya sebagai ujian atau musibah? Apakah kita menyikapinya dengan berputus asa atau sebaliknya, sabar dalam menyikapinya atau banyak mengeluh? Apakah hal tersebut menjadi tonggak keimanan kita atau sebaliknya meruntuhkan keimanan kita?
Ternyata Allah SWT telah memberikan solusinya kepada kita dalam menyikapi dua hal tersebut. Solusi tersebut terdapat dalam Al-Qur'an, yaitu :
1) Beriman
"Allah merupakan pelindung bagi orang-orang yang beriman." (QS. Al-Baqarah : 257).
Bagaimana dalam ayat Al-Qur'an ini Allah SWT melindungi orang-orang yang beriman. Maksud berlindung di sini, Ibnu Katsir memberikan penafsiran bahwa akan melindungi orang yang beriman dari ujian dan musibah.
2) Sabar dan Shalat
"Wahai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat." (QS. Al-Baqarah : 153).
Allah menekankan orang yang beriman, untuk sabar dan shalat sebagai panduan menjalani hidup di dunia ini.
3) Berserah Diri kepada Allah SWT Jika Mendapat Cobaan
"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga padahal belum datang kepadamu cobaan sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu, serta digoncangkan dengan bermacam-macam cobaan, sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat." (QS. Al-Baqarah : 214).
"Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan, "Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali." Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari tuhan-Nya. Dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. Al-Baqarah : 155-157).
Tiga poin itulah yang menjadikan pijakan solusi dalam menghadapi musibah atau ujian ini. Kita harus banyak berintrospeksi diri sendiri walaupun hari-hari ini banyak ujian dan musibah. Kita harus banyak memohon ampunan kepada Allah SWT atas kelalaian, kekhilafan, dan dosa-dosa kita, baik kepada manusia maupun kepada Allah SWT.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW begitu terkagum dengan keadaan seorang muslim yang mendapat ujian atau musibah. Beliau bersabda, "Sungguh sangat mengherankan keadaan seorang muslim sebab segalanya menjadi baik, bila ia mendapat nikmat ia bersyukur dan bila mendapat musibah ia bersabar. Sungguh, syukur dan sabar itu lebih baik bagi dirinya." (HR. Muslim).
Bagaimanapun keadaan kita, kejadian-kejadian yang kita alami, ujian atau musibah yang kita rasakan, seharusnya membuat kita yakin akan kemahabesaran Allah SWT. Karena hidup adalah ladang ujian dan musibah selama pijakan kita sebagai seorang muslim adalah beriman, sabar dan shalat, serta berserah diri kepada Allah SWT. Mudah-mudahan kita menjadi hamba-hamba yang terpilih dan menghadapinya dengan husnul khatimah, bukan sebaliknya su'ul khatimah, jelek di penghujungnya.
Semoga apa yang kita alami hari ini, baik ujian maupun musibah yang kita rasakan, dapat menjadikan motivasi bagi kita untuk terus introspeksi diri dalam menapaki hidup yang lebih baik untuk mendapat keridhaan-Nya.
Wallahu a'lam bishshawab.
Dari Majalah Swadaya
KotaSantri.com © 2002-2026