
Pelangi » Risalah | Rabu, 3 Oktober 2012 pukul 13:00 WIB
Penulis : Redaksi KSC
Kiamat adalah bagian dari rukun Iman yang harus diyakini oleh setiap muslim. Bahkan, kalau kita membaca ayat demi ayat dalam Al-Qur'an, kita akan sering menemukan kalimat "Yu'minubillah" digandeng dengan kalimat "Wal yaumil aakhira". Begitu pentingnya mempercayai adanya hari kimat ini, menjadi batas beriman atau tidaknya seseorang.
Ayat Al-Qur'an berikut ini sebaiknya menjadi bahan renungan kita. Allah SWT berfirman, "Tidaklah yang mereka tunggu-tunggu itu melainkan datangnya hari kiamat, sungguh telah datang tanda-tandanya, maka tidaklah berfaedah mereka sadar apabila kiamat itu telah tiba." (QS. Muhammad [47] : 18).
Kiamat pasti terjadi, namun tidak ada satu orang pun yang tahu kapan kiamat akan terjadi. Begitu pula Rasulullah SAW, ketika beliau ditanya oleh malaikat Jibril dalam sebuah hadits yang diriwatkan oleh Iman Bukhari dan Muslim. "Mata saa'ah?" (kapan kiamat terjadi?), kata malaikat Jibril. Rasulullah menjawab, "Maa mas'ulu'anha bi'alama minassaail," yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya. Jawaban itu menjelaskan ketidaktahuan Rasullah tentang kapan terjadinya kiamat.
Berkaitan dengan hal ini, Allah SWT berfirman, "Mereka bertanya kepadamu tentang kiamat, kapankah terjadinya? Maka katakanlah, sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat ada pada Tuhanku, tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu dan kedatangannya selain Dia, kiamat itu amat berat (bagi makhluk) yang ada di langit dan di bumi, kiamat itu tidak datang kepadamu melainkan tiba-tiba." (QS. Al-A'raf [7] : 187).
Tanda-tanda bahwa kiamat sudah dekat sebagaimana diceritakan Rasulullah SAW adalah sebagai berikut. Pertama, apabila anak telah menjadikan orangtuanya budak. Rasulullah SAW ketika ditanya tentang tanda-tanda kiamat mengatakan, "antalidal amatu rabbataha." Artinya, apabila seorang budak wanita melahirkan tuannya. Maksudnya, ketika suatu zaman sudah banyak terjadi para orangtua yang dijadikan pembantu oleh anak-anaknya, orangtua sudah tidak dihargai, direndahkan, dan dijadikan pekerja hina di tengah-tengah kehidupan mewah anaknya. Padahal, anak tersebut bisa kaya syari'atnya karena orangtuanya yang mendidik dan menyekolahkannya.
Kedua, apabila banyak orang yang kaya mendadak. Masih dalan hadits yang sama Rasulullah kemudian menyampaikan ciri berikutnya, "Wa antaral hufaatal uraatal 'alata ri'aasyai yatathawwaluuna fil bunyaan." Artinya, ketika seorang yang bertelanjang kaki berpakaian compang-camping, miskin, dan penggembala kambing berlomba-lomba dengan kemegahan bangunan. Maksudnya, banyak orang yang mendapat harta dan mendadak kaya dari arah yang tidak jelas atau dari cara yang haram.
Ketiga, apabila jumlah wanita jauh lebih banyak dari laki-laki. Berkaitan dengan hal ini Rasulullah bersabda, "Akan datang suatu masa bagi umat manusia seseorang berkeliling menawarkan sedekah emas, tidak ada yang mau mengambilnya, dan terlihat seorang laki-laki diikuti oleh empat puluh orang wanita, yang ingin bersenang-senang dengannya, karena sedikitnya laki-laki dan banyaknya wanita." (HR. Mutafaqun 'Alaih).
Keempat, waktu terasa amat pendek. Pada saat itu boleh jadi hitungan waktu tetap sehari semalam dua puluh empat jam, akan tetapi karena kiamat sudah dekat, maka perasaan manusia terhadap waktu begitu singkat. Sabda Nabi SAW, "Tidak akan datang kiamat kecuali apabila waktu terasa amat pendek, satu tahun terasa sebulan, satu bulan terasa seminggu, satu minggu terasa sehari, satu hari terasa satu jam, satu jam hanya selama membakar pelepah kurma." (HR. Ahmad).
Kelima, apabila telah dicabutnya ilmu. Rasulullah SAW bersabda, "Di antara tanda-tanda kiamat adalah lenyapnya ilmu pengetahuan, meluasnya kebodohan, banyak yang minum khamar, dan perzinahan terjadi secara terang-terangan." (HR. Bukhari).
Adapun mengenai jenis-jenis kiamat, para Ulama membagi kiamat ini ke dalam tiga bagian :
1. Kiamat Sughra. Artinya kiamat kecil. Di antara kiamat kecil ini adalah ketika datangnya kematian kepada seseorang. Sabda Nabi SAW, "Apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, maka telah terjadi padanya kiamat." (Al-Hadits). Maksudnya kiamat di sini adalah kiamat kecil yang dapat terjadi kepada manusia kapan saja sebagaimana yang telah Allah tentukan kepada setiap manusia.
2. Kiamat Wustha. Yaitu kiamat pertengahan. Contohnya ketika terjadi peperangan yang dapat menghancurkan tatanan kehidupan masyarakat yang besar sehingga terjadi kehancuran dan porak-poranda. Nabi SAW bersabda, "Tidak akan datang kiamat kecuali dua kelompok besar berperang, antara keduanya terjadi peperangan besar dengan tujuan yang sama." (HR. Mutafaq 'Alaih). Ketika Rasulullah mennyampaikan hadits ini, para sahabat meyakini kalau pada waktu tersebut terjadi peperangan besar antara Romawi dan Persia, maka terjadilah kiamat wustha ini.
3. Kiamat Kubra. Kubra secara bahasa artinya besar. Pada saat kiamat kubra, bumi beserta isinya hancur lebur. Semua makhluk yang ada di dunia tidak satupun yang dapat bertahan hidup, demikian pula para malaikat, Allah-lah yang Mahakuasa dan Mahahidup yang berkehendak akan segalanya. Peristiwanya begitu dahsyat sebagaiman firman Allah dalam Al-Qur'an, "Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan yang dahsyat dan telah mengeluarkan beban-beban berat yang dikandungnya, serta merta manusia bertanya : Mengapa bumi jadi begini?" (QS. Az-Zalzalah [99] : 1-3).
Demikianlah pembahasan tentang kiamat. Semoga kita semakin yakin akan adanya hari kiamat, sehingga kita termotivasi untuk mempersiapkan segalanya. Kita bisa menyiapkan amal shaleh sebagai bekal kepulangan kita kepadaNya.
Wallahu a'lam bishshawwab.
H. Mulyadi Al-Fadhil, S.Sos.I / Swadaya-56/042007
KotaSantri.com © 2002-2026