
Pelangi » Risalah | Rabu, 23 Februari 2011 pukul 11:22 WIB
Penulis : Muhammad Aris Saifuddin
Masalah merupakan hal yang pasti tidak akan luput dari kehidupan kita. Saya berkata pasti tentu bukan tanpa alasan, karena di manapun, kapanpun, apapun, siapapun, dan dengan siapapun semua berpotensi untuk mendapatkan masalah. Laksana sayur tanpa garam, begitulah pepatah menyebutnya karena masalah merupakan bagian dari hidup kita. Kita sering merasa beban yang sedang kita alami adalah sangat berat, bahkan paling berat di antara beban yang dimiliki oleh orang lain. Orang cenderung suka menceritakan beban, kesulitan, atau masalahnya kepada orang sambil meyakinkan orang lain bahwa bebannya yang paling berat. Apa itu membantu? Menceritakan beban kepada orang terdekat atau yang terpercaya mungkin akan meringankan, tetapi kalau ke banyak orang justru malah tidak baik.
Jika kita cermat, ternyata satu persoalan yang sama persis sikap orangpun berbeda-beda dalam menanggapinya, ada yang begitu panik, stres, takut, tapi ada juga yang menghadapinya dengan begitu tenang dan bahkan dibawa santai saja. Jika demikian, dapat saya simpulkan bahwa sebenarnya permasalahan bukan terletak pada persoalannya, melainkan pada sikap kita dalam menghadapi masalah tersebut. Nah, jika sobat sekalian ada yang sedang menghadapi masalah, bolehkah saya sarankan dua kata berikut? "JANGAN TAKUT". Mengapa saya berkata demikian? Karena dalam Al-Qur’an pun telah dijabarkan secara gamblang tentang bagaimana seharusnya sikap dalam menghadapi setiap masalah.
1. Kita harus menyakini dahulu bahwa Allah tidak akan membebani kita dengan masalah yang melebihi kapasitas kesanggupan kita. Mari kita tilik ayat berikut.
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo'a) : "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." (QS. Al-Baqarah : 286).
2. Yakin dengan janji Allah yang tertulis dalam ayat Al-Qur'an, bahwa setiap kesulitan ada kemudahan. Saya tekankan ini janji Allah, bukan janji seorang pejabat tinggi yang sedang berpolitik.
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (QS. Alam Nasyrah : 5-6).
Jika kita membaca ayat di atas, tak selayaknya kita sebagai seorang yang beriman takut.untuk menghadapi masalah. Sebab jika saat ini kita sedang sulit, maka esok, kemudahanlah yang akan menghampiri kita. Ayat di atas sungguh memberikan inspirasi bagi kita yang sedang mengalami kesulitan, ayat yang memberikan dorongan kepada kita untuk tetap bertahan, tetap semangat dalam menghadapi hidup yang penuh kesulitan.
3. Menjadikan Allah sebagai satu-satunya penolong kita, karena kita adalah makhluk lemah, kita tidak memiliki kekuatan. Kekuatan hanya milik Allah Yang Mahakuat, maka serahkanlah segara urusan kepada-Nya. Karena siapa lagi yang mampu menolong dan menjadi pelindung untuk segala urusan kita selain Allah? Insya Allah jika kita bertawakal kepada Allah SWT, maka Dia akan menjadi penolong dan pelindung.
(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan : "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka." Maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab : "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung." Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. (QS. Ali Imran : 173-174).
Jadi mengapa harus cemas, mengapa harus takut, mengapa harus khawatir? Bukankah ada Allah SWT yang menjadi penolong dan pelindung kita? Seperti yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya saat perang Uhud dimana pasukan kafir sudah bersiap menyerang, perkataan yang keluar dari mereka ialah hasbunallah wa ni’mal wakil.
4. Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu.
Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu', (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. (QS. Al-Baqarah : 45-46).
Setelah menilik ayat Al-Qur'an di atas, sesungguhnya Allah telah menyiapkan obat penawar kita dari penyakit yang namanya masalah. Yaitu shalat dan sabar. Shalat adalah bukti ketundukan kita kepada Allah SWT, shalat adalah do’a, dan ibadah yang bukan hanya memuji Allah SWT tetapi juga berisi permintaan-permintaan kita kepada Allah SWT.
5. Memperbanyak mengingat Allah. Karena dengan mengingat-Nya hati kita menjadi tenang dalam menghadapi setiap masalah.
(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (QS. Ar- Ra'd : 28).
6. Bertakwa kepada Allah, dengan begitu Allah akan memberi jalan keluar dari permasalahan kita.
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. (QS. Ath-Thalaq : 2).
Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. (QS. Ath-Thalaaq : 4).
Jadi, marilah kita bertakwa kepada Allah semata, sebab kemudahan sudah menunggu kita. Tidak usah risau dan pesimis, karena kemudahan dan jalan keluar sudah dijanjikan Allah SWT kepada kita. Yang kita perlu lakukan ialah dengan menambah ketakwaan kita, agar jalan keluar dan kemudahan segera menghampiri kita. Sesulit apapun masalah yang sedang kita hadapi, bertaqwalah kepada Allah. Tidak ada masalah yang tidak bisa diselasaikan jika Allah memberikan jalan keluar bagi kita. Jika kita bertaqwa, maka tidak ada alasan bagi kita untuk putus asa dan menyerah saat menghadapi masalah yang sangat rumit.
Setelah merenungi ayat-ayat di atas, tidak lagi kita perlu takut. Kita bisa melangkah di muka bumi ini dengan langkah yang berani. Bukan berani karena rasa takabur atau sombong, tetapi berani karena Allah menjadi penolong dan pelindung. Siapa atau apa yang mampu mengalahkan kekuasaan-Nya? Tidak, tidak ada sesuatu pun. Lalu mengapa kita harus takut? Semoga.
KotaSantri.com © 2002-2026