Pelangi » Risalah | Rabu, 6 Oktober 2010 pukul 18:55 WIB

Memperingati Hari Jadi

Penulis : Naflah

Dari zaman dahulu hingga saat ini, banyak sekali masyarakat di sekitar kita baik muslim ataupun non muslim yang merayakan peringatan hari jadi seseorang, organisasi, ataupun yang lainnya. Pemahaman tentang hal ini benar-benar harus diluruskan.

Rasulullah tidak pernah mengajarkan kepada umatnya untuk memperingati hari jadi seseorang, organisasi, ataupun yang lainnya, bahkan Rasul tidak pernah mengisyaratkan untuk merayakannya walaupun hanya sebatas ucapan. Kalau Rasul tidak melakukan sedangkan kita melakukannya, bisa jadi kita telah melakukan suatu bid'ah, Rasulullah SAW juga tidak mengajarkan kepada umatnya untuk memperingati hari maulid Nabi SAW. Walaupun itu berbentuk ibadah, kalau Rasulullah SAW tidak mengajarkan, maka kita tidak boleh untuk menambahkan melakukannya, seperti yang disebutkan dalam hadits, Dari Ummul mukminim, Ummu Abdillah 'Aisyah RA berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang mendatangkan hal baru dalam urusan (agama) kami, yang tidak termasuk bagian darinya, maka ia tertolak." (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam riwayat Muslim yang lain disebutkan, "Barang siapa mengerjakan suatu amalan tanpa ada dasar atau perintah dari Kami, maka ia tertolak."

Selain itu, ucapan atau merayakan ulang tahun itu merupakan produk luar non muslim yang mereka itu bukan saudara seiman kita, sehingga jika kita melakukan perayaan tersebut ataupun memberikan ucapan tersebut berarti kita telah menyerupai orang kafir dan sama saja kita termasuk golongan mereka. Rasul bersabda, "Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk dari mereka." (HR. Ahmad dan Abu Dawud dari Abdullah bin 'Umar, dishahihkan oleh asy Syaikh Al Albaniy dalam Shahihul Jaami' no. 6025).

Mengucapkan "Selamat Ulang Tahun", "Selamat Hari Lahir", ataupun yang lainnya sekilas merupakan ucapan yang ringan, namun pengucapan kalimat itu tidak ada dasar ataupun tuntunan dari Rasul SAW, sehingga dikhawatirkan berimbas pada generasi mendatang. Bisa jadi mereka menganggap bahwa melakukan hal ini adalah sebuah keharusan, padahal mengucapkan ucapan tersebut biasanya berlanjut pada acara perayaan yang isinya ditakutkan bukan ibadah murni, tetapi hanya menghambur-hamburkan uang.

Ketika saudara kita atau teman kita sedang menyibukkan dirinya untuk bersyukur atas nikmat usianya kepada Rabb-nya, maka kita tidak perlu menyibukkan diri kita untuk ikut campur dengan urusannya tersebut, lebih baik kita sibukkan diri kita untuk mensyukuri nikmat usia ini pada Rabb kita saja, sehingga jauh lebih aman dan nyaman.

Ulang tahun identik dengan hadiah. Dalam ajaran Islam kita dianjurkan untuk saling memberi hadiah, sehingga tali ukhuwah antara saudara kita menjadi lebih erat, tetapi dalam memberikan hadiah tidak boleh memberikannya di hari-hari tertentu, seperti di hari ulang tahun saudara atau teman kita, karena dikhawatirkan kita mengikuti tradisi non muslim tersebut.

Oleh sebab itu, saudaraku semuanya, marilah kita luruskan ajaran Dienullah yang mulia ini. Jangan sampai kita mengamalkan suatu amalan yang tidak ada dasar ataupun perintah dari Allah maupun RasulNya. Marilah kita menjadi muslim/muslimah secara kaffah.

KotaSantri.com © 2002-2026