
Pelangi » Refleksi | Rabu, 18 Desember 2013 pukul 20:00 WIB
Penulis : Eko Prasetyo
Di kompleks saya tinggal, ada tetangga yang kebetulan menjadi anggota DPRD. Keberadaannya begitu dihormati dan disegani karena kekayaannya yang buju bunek (luar biasa).
Sayangnya, dalam beberapa kegiatan kampung seperti kerja bakti, ia tampak enggan berbaur. Ada saja alasannya. Mulai pertemuan penting di kantor, mengawal gubernur Jatim, hingga bakti sosial di suatu daerah. Alasan tersebut, menurut saya, mbelgedes semua!
Yang paling menyebalkan adalah seringnya yang bersangkutan itu terlalu sering berjanji ini itu. Saya sendiri bisa memahami. Itu kan memang ciri khas wakil rakyat. Ya tho?
Terakhir, ia berjanji akan membantu biaya pembangunan sebuah fasilitas warga di lingkungan RW. Namun, hingga sekarang janji hanya tinggal janji. Bablas angine. Kepada aparatur RW, saya berpesan untuk tidak terlalu menggantungkan harapan pada wakil rakyat atau akan kecewa.
Sikap sang wakil rakyat itu mengingatkan saya pada sebuah nasihat dari Zawawi Imron, penyair terkenal asal bumi Madura. Si Celurit Emas pernah mengatakan, brutu ayam jauh lebih mulia karena mendatangkan manfaat berupa telur. Berbeda dengan mulut wakil rakyat yang hanya bisa menjanjikan ”telur”.
KotaSantri.com © 2002-2026