
Pelangi » Refleksi | Rabu, 27 November 2013 pukul 18:00 WIB
Penulis : Mujahid Alamaya
Pernah pada suatu hari, ketika saya dan seorang teman selesai makan siang, pemilik warung tidak memiliki uang recehan untuk kembalian. Saat itu, ia memberikan uang kembalian lebih 500 rupiah. Kebetulan saat itu giliran teman yang membayar dan saya akan menggantinya nanti.
Melihat sikap teman yang cuek ketika menerima uang kembalian, saya menegurnya supaya konfirmasi kepada pemilik kembalian, apakah 500 rupiah tersebut diikhlaskan atau bagaimana. Teman saya malah ngeyel dan menganggap enteng, "Biarkan saja, 500 rupiah ini."
Saya tetap bersikeras supaya teman saya tersebut konfirmasi kepada pemilik warung. Akhirnya teman sayapun konfirmasi dan kembali dengan sumringah. "Tuh kan, gak masalah katanya. Uang 500 rupiah saja jadi masalah," ujarnya datar tanpa menunjukkan rasa bersalah.
"Bukan. Bukan masalah 500 rupiah, tapi ini masalah harga diri. Lagi pula, 500 rupiah tersebut belum jelas statusnya, apakah telah menjadi milik kita atau malah menjadi utang." Siang itu saya beradu argumen dengan teman saya yang tak mau kalah dengan sikap dan pendiriannya.
Harga diri. Sekecil apapun permasalahan yang kita alami dan sikap yang kita lakukan, jangan sampai menjatuhkan harga diri. Apalagi jika sudah menyangkut perihal hak dan kewajiban. Jangan sampai hanya karena masalah kecil, seperti halnya uang 500 rupiah tersebut, harga diri kita jatuh.
KotaSantri.com © 2002-2026