
Pelangi » Refleksi | Senin, 28 Oktober 2013 pukul 21:00 WIB
Penulis : Mujahid Alamaya
Lebih dari dua tahun yang lalu, saya dikagetkan dengan kabar meninggalnya adik saya karena kecelakaan. Tidak ada pertanda apapun akan kepergiannya. Dan beberapa hari yang lalu, sayapun dikagetkan dengan meninggalnya ayah saya, padahal satu jam sebelumnya masih baik-baik saja, tidak ada pertanda apapun.
Kematian memang bisa datang setiap saat, kapanpun dan di manapun, tanpa kita duga sebelumnya. Demikianlah jiwa manusia, sepenuhnya dalam genggaman Allah SWT yang Mahakuasa. Tiada seorangpun yang dapat menolak ataupun menunda segala kehendak-Nya.
Mengingat kematian, baik kematian orang-orang terdekat seperti adik dan ayah saya ataupun orang lain, seakan membuat saya menghela nafas panjang dan bertanya pada diri sendri, "Siapkah saya jika waktunya telah tiba?" Pertanyaan tersebut terus menerus muncul di benak saya. Apalagi jika mengingat masih banyaknya kewajiban saya yang belum tertunaikan dan khawatir menjadi pemberat ketika saya dihisab.
Siap tidak siap, kita akan tetap kembali pada-Nya. Maka kita semua, khususnya diri saya pribadi, harus memersiapkan bekal untuk menghadap-Nya. Dan yang pasti, tunaikan segala kewajiban yang menjadi tanggung jawab kita, agar kelak tidak memberatkan kita di hari perhitungan.
Wallahu a'lam.
KotaSantri.com © 2002-2026