
Pelangi » Refleksi | Selasa, 22 Oktober 2013 pukul 20:00 WIB
Penulis : Mujahid Alamaya
Beberapa waktu lalu, saya kembali bertandang ke Singapura. Kali ini saya berangkat bersama rekan-rekan yang salah satunya adalah non Muslim. Berpetualang di negeri Singa, membawa kesan tersendiri bagi saya dan juga rekan-rekan. Walaupun hanya 2 hari dan dirasa belum puas, kami memiliki kisah dan pengalaman masing-masing.
Dalam perjalanan pulang, rekan yang non Muslim tersebut mengobrol dengan saya. Ia terkagum-kagum dengan konsep yang diterapkan di Singapura. Di antaranya adalah pemetaan wilayah, fasilitas yang tersedia, peraturan yang diterapkan, dan kedisiplinan warganya.
Iapun berandai-andai, jika Indonesia bisa seperti Singapura. Ambil contoh kota besar seperti Jakarta dan Batam. Jika dibandingkan, kedua kota tersebut sangat bertolak belakang dan jauh berbeda dengan Singapura. Ia membanding-bandingkan semua hal yang ia lihat dan rasakan selama berpetualang di Singapura dengan kesehariannya.
Di akhir obrolan, ia menarik kesimpulan, "Tidak ada salahnya jika kita mau belajar dari Singapura dan mencontohnya. Ambil yang baik, dan buang yang buruk. Niscaya negara kita bisa lebih hebat dan unggul dari Singapura yang luas wilayahnya tidak lebih dari Batam."
Sayapun menganggukan kepala tanda setuju dengan pendapatnya. Kita sebagai muslim, memang bisa belajar dari siapapun, selama itu baik, bermanfaat, dan tentunya tidak melanggar syari'at yang ditetapkan oleh-Nya. Tiru hal-hal yang baik, dan buang hal-hal yang tidak sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan Allah SWT.
KotaSantri.com © 2002-2026