
Pelangi » Refleksi | Rabu, 16 Oktober 2013 pukul 20:00 WIB
Penulis : Mujahid Alamaya
Akhir September lalu, bapak saya masuk rumah sakit. Selain penyakit ginjal yang telah dideritanya sejak lama, bapak saya terdiagnosa menderita stroke. Penyakit tersebut baru menyerangnya beberapa hari sebelum masuk rumah sakit. Kebetulan saat itu saya sedang pulang ke Bandung, jadilah saya menungguinya di rumah sakit.
Tidak ada yang aneh ketika saya menungguinya. Namun lewat tengah malam hingga pagi hari, terkadang bapak mengucapkan kalimat-kalimat yang di luar nalar, seperti halnya orang mengigau. Berdasarkan pengalaman dan kisah dari orang lain, hal itu merupakan pertanda bahwa usia bapak tidak akan lama lagi. Wallahu a'lam.
Dua minggu kemudian, saya ada agenda ke luar pulau. Saat itu, saya bimbang dan ragu, antara pergi atau tidak. Saya khawatir, jika Allah SWT memanggil bapak ketika saya sedang berada di luar pulau. Setelah dipertimbangkan, saya tetap berangkat ke luar pulau karena sudah direncanakan sejak lama dan berdo'a semoga bapak baik-baik saja.
Satu hari sebelum saya berangkat dan juga ketika saya sedang di luar pulau, bapak menelepon saya lalu mengatakan bahwa kondisinya semakin membaik, dan beberapa hari lagi diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Tenanglah saya saat itu. Kekhawatiran saya sirna. Dan sengaja, saya tidak memberitahukan posisi saya saat itu, takut menjadi beban pikiran bapak.
Tak disangka, malam ini, saya mendapat kabar bahwa bapak telah tiada. Tidak ada pertanda sama sekali, karena siang dan sore hari kondisi bapak baik-baik saja. Ada sesal dalam diri, tidak bisa bertemu dengan bapak untuk terakhir kalinya, padahal saya sudah mendapat firasat tersebut dan selalu menghantui saya setiap hari.
Kejadian tersebut memberikan cubitan dan bahkan tamparan bagi saya. Seharusnya, saya bisa peka dengan hal-hal atau kejadian yang merupakan pertanda, selama pertanda tersebut tidak bertentangan dengan syari'at, sebab bisa jadi pertanda tersebut merupakan salah satu bentuk petunjuk dari yang Mahakuasa untuk hamba-hamba-Nya agar kita makin siap dalam menjalani skenario-Nya.
"Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (Kekuasaan Kami) bagi orang-orang yang memperhatikan tanda-tanda." (QS. Al-Hijir : 75).
KotaSantri.com © 2002-2026