Pelangi » Refleksi | Sabtu, 25 Mei 2013 pukul 20:30 WIB

Shalat itu Wajib, Kapanpun dan di Manapun

Penulis : Mujahid Alamaya

Saat berpetualang beberapa waktu lalu, seperti biasa, ketika waktu shalat tiba, sebisa mungkin saya mencari masjid atau mushala terdekat. Jika di lokasi sekitar tidak ada masjid maupun mushala, terpaksa saya menggabungkan shalat, tentunya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sebelumnya saya sudah mengatur rencana agar bisa shalat pada waktunya. Namun terkadang rencana hanyalah rencana, pada kenyataannya tidak dapat direalisasikan.

Suatu hari, ketika saya ditinggal di hotel dan rombongan berkeliling di sekitar hotel, saya menuju masjid untuk shalat. Tak lama setelah adzan berkumandang, menyusul salah seorang teman perjalanan. Selesai shalat, kami kembali ke hotel. Saat tiba di hotel, salah seorang teman berkata, "Tuh orangnya. Tidak bertanggung jawab, meninggalkan kita-kita." Lalu saya jelaskan, bahwa saya dari masjid, shalat.

Di lain hari, masih teman yang sama, berkata pada saya, "Kalau mau ke masjid atau shalat, ajak kita-kita. Jangan pergi sendiri. Kan kita juga mau shalat." Saya mengiyakan. Dan berharap, pada waktu shalat tiba, kami bersama-sama pergi ke masjid atau mushala, untuk shalat berjama'ah atau minimal shalat secara bergiliran. Saya merasa tenang jika ternyata kami berpikiran sama, shalat pada waktunya di sela-sela petualangan.

Tapi apa yang terjadi? Di hari-hari selanjutnya sampai petualangan berakhir, hanya saya dan salah seorang teman saja yang mendirikan shalat. Yang lainnya entah shalat atau tidak. Yang jelas, ketika waktu shalat tiba, dari total tujuh orang, hanya dua orang saja yang mendirikan shalat. Selebihnya? Wallahu a'lam. Saya tak habis pikir, dari awal berkata pada saya untuk mengajaknya shalat, namun pada kenyataannya, ia tidak menghiraukan ajakan saya.

Shalat itu wajib, kapanpun dan di manapun, tanpa terkecuali. Jika di kantor bisa mendirikan shalat, lantas kenapa di luar kantor tidak mendirikan shalat? Entahlah. Yang jelas, saya sudah berusaha untuk mengajak mereka mendirikan shalat. Dan jika mereka tidak menghiraukan ajakan saya, maka biarkanlah Allah SWT yang menilai. Saya pun harus siap dengan resiko 'dijutekin' ketika mereka menunggu saya shalat dalam waktu yang lama.

KotaSantri.com © 2002-2026