Pelangi » Refleksi | Ahad, 19 Mei 2013 pukul 09:00 WIB

Manisnya Persaudaraan

Penulis : Mujahid Alamaya

Berpetualang ke negeri orang di mana kaum muslim merupakan minoritas, memberikan banyak pelajaran berharga bagi saya. Di antaranya adalah mengenai makanan halal dan masjid. Saya bersyukur bisa tinggal di Indonesia yang merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Makanan halal dan masjid, mudah dijumpai di berbagai tempat.

Ketika berkunjung ke Thailand, saya terpaksa harus menahan lapar karena susah sekali menemukan makanan halal. Begitu juga ketika shalat, terpaksa menggabungkan shalat karena susahnya menemukan masjid maupun mushala. Untuk menemukan makanan halal maupun masjid, harus menempuh perjalanan yang cukup jauh, karena tidak ada di lokasi yang saya tuju.

Ada beberapa kejadian yang berkesan ketika saya hendak shalat. Pertama, ketika saya hendak shalat di Bangkok. Berbekal peta GPS, saya berhasil menemukan sebuah masjid. Entah karena saya merupakan pendatang atau apapun itu, warga sekitar yang berada di masjid memberikan sambutan yang hangat. Mereka ramah sekali dalam berinteraksi dengan saya.

Kedua, ketika hendak shalat di Ayutthaya. Saat itu saya sedang makan di sebuah rumah makan muslim. Maksudnya menanyakan di mana lokasi masjid terdekat, ia malah mengajak saya ke rumahnya untuk shalat, karena di wilayah itu tidak ada masjid sama sekali. Jarak dari rumah makan ke rumahnya sekitar seratusan meter.

Dua kejadian tersebut merupakan bukti manisnya persaudaraan atas dasar keyakinan, yakni Islam. Walaupun saya dan mereka tidak saling mengenal dan baru bertemu pertama kali pada saat itu, namun atas dasar Islam dan insya Allah karena-Nya, interaksi di antara saya dan mereka tidak ada hambatan, karena pada hakikatnya saya dan mereka adalah saudara.

KotaSantri.com © 2002-2026